Chapter 5
1. Jelaskan secara singkat perbedaan antara pengukuran akuntansi dan pengungkapan akuntansi. Dari dua proses akuntansi ini, manakah yang menurut anda akan menunjukkan kemajuan inovatif yang besar selama 10 tahun mendatang? Mengapa ?
Jawab:
Pengukuran akuntasi: Proses mengidentifikasikan, mengelompokkan dan menghitung aktivitas ekonomi atau transaksi. Pengukuran ini memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas operasi suatu perusahaan dan kekuatan posisi keuangannya.
Pengungkapan akutansi : Standard dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, sistem hukum, ikatan politik dan ekonomi, tingkat pembangunan ekonomi, tingkat pendidikan, budaya dan pengaruh lainnya.
Yang menunjukkan kemajuan inovatif yang besar selama 10 tahun mendatang adalah pengungkapan akuntansi, karena meskipun praktik pegungkapan sangat berbeda-beda di setiap Negara, tetapi sekarang perlahan mulai timbul kemiripan (konvergensi) dengan secara sukarela mengadopsi standar pelaporan keuangan internasioal (IFRS) atau GAAP Amerika serikat, mematuhi ketentuan pasar bursa efek dan badan regulator domestic dan luar negeri memberikan respon terhadap berbagai permintaan informasi yang diajukan para investor dan analis.
2. Mengapa perusahaan multinasional terlihat semakin bertanggung jawab kepada konstituennya, dan bukannya kelompok investor tradisional?
Jawab :
Karena perusahaan multinasional pada umumnya pengungkapan akuntansinya didorong oleh perbedaan dalam tata kelola perusahaan dan keuangan. Contoh di amerika serikat, inggris dan Negara-negara anglo amerika lainnya, pasar ekuitas menyediakan kebanyakan pendanaan yang dibutuhkan perusahaan sehingga menjadi sangat maju. Di pasar-pasar tersebut, kepemilikan cenderung tersebar luas diantara banyak pemegang saham dan perlindungan terhadap investor sangat ditekankan. Sedangkan dikebanyakan Negara-negara lain, keemilikan saham masih tetap sangat terkonsentrasi dan bank secara tradisional menjadi sumber utama pembayaran perusahaan.
3. Haruskah perusahaan asing yang bermaksud menerbitkan surat berharga di amerika serikat diwajibkan untuk melakukan pengungkapan sebanyak yang dilakukan oleh perusahaan Amerika Serikat yang menerbitkan surat berharga di amerika serikat? Lakukanlah evaluasi yang kritis terhadap argument-argumen yang disajikan dalam bab ini ..
Jawab :
Ya, diharuskan karena bursa efek dan badan regulator pemerintah umumnya mengharuskan perusahaan asing yang mencatat saham untuk memberikan informasi keuangan dan non keuangan yang sama dengan yang diharuskan kepada perusahaan domestic. Perusahaan asing yang sahamnya tercatat pada suatu bursa efek umumnya memiliki fleksibilitas dalam prinsip akuntansi yang digunakan dan ruang lingkup pengungkapan. Dikebanyakan Negara, perusahaan asing yang tercatat sahamnya harus menyerahkan kepada bursa efek setiap informasi yang di umumkan, yang dibagkan kepada para pemegang saham atau yang dilaporkan kepada badan regulator di pasar domestic. Namun demikian, kebanyakan Negara tidak mengawasi atau menegakkan pelaksanaan ketentuan kesesuaian pengungkapan antar wilayah (yuridiksi).
4. Aturan akuntansi di jepang, prancis dan jerman sekarang telah mewajibkan pengungkapan hasil keuangan segmen usaha. Namun demikian, para manajer di negara-negara ini secara tradisional menentang pengungkapan informasi segmen yang detail. Mengapa para manajer ini memilih untuk mengungkapan sedikit informasi mengenai segmen usaha perusahaanya dan mengapa aturan akuntansi menjadi semakin ketat terlepas dari penolakan manajer ini?
Jawab :
Para manajer memilih untuk mengungkapkan sedikit informasi mengenai segmen usaha perusahaannya dikarenakan demi melindungi manajemen yang berkuasa, kepemilikan yang terkonsentrasi pemilik keluarga yang merupakan secara tradisional sumber utama. Aturan akuntansi yang menjadi semakin ketat setelah penolakan manajemen merupakan pengungkapan sebagai pengendalian manajemen, meminimalkan resiko didalam kegiatan perusahaan
5. Apa saja perbedaan antara pengungkapan sukarela dan pengungkapan wajib ? berikanlah setidaknya dua penjelasan mengenai perbedaan praktik pengungkapan sukarela yang dilakukan oleh para manajer. Berikanlah pula setidaknya dua penjelasan mengenai perbedaan praktik pengungkapan waib yang dilakukan oleh para manajer.
Jawab :
Perbedaan antara pengungkapan wajib dan sukarela :
· Sukarela :
a. Investor di seluruh dunia menuntut informasi yang lebih detail dan lbih tepat waktu, tingkat pengungkapan sukarela semakin meningkat, baik di Negara-negara dengan pasar yang sudah maju maupun yang sdan berkembang.
b. Dalam laporan terakhir Badan Standar Akuntansu keuangan (FASB) menjelaskan sebuah proyek FASB mengenai pelaporan bisnis yang mendukung pandangan bahw perusahaan akan mendapatkan manfaat pasar modal dengan meningkatkan pengungkapan sukarelanya.
c. Manajer memiliki informasi mengenai kinerja perusahaan sat ini pada masa mendatang yang lebih baik bila dibandingkan dengan pihak eksternal.
d. Bukti-bukti kuat mnunjukkan bahwa manajer perusahaan sering memiliki dorongan kut untuk menunda pengungkapan berita negative, mengelola laporan keuangan untuk lebih menunjukkan wajah positif perusahaan dan menlai lebih kinerja dan prospek keuangan perusahaanya.
· Wajib ;
a. Perlindungan terhadap pemegang saham atau investor berbeda dari satu Negara ke Negara lain.
b. Pada umumnya bursa efek dan badan regulator pemerintah mengharuskan perusahaan asing yang mencatatkan saham untuk memberikan informasi keuangan dan non keuangan yang sama dengan yang diharuskan kepada perusahaan domestic.
c. Investor yang memiliki informasi yang cukup untuk mengevaluasi kinerja dan prospek sebuah perusahaan. Tempat yang terbukti atas hal ini adalah AS, yang standar pengungkapannya secara umum dipandang paling ketat di dunia.
d. Perlindungan pemengang saham di AS itu sangat ketat, sedangkan perlindungan pemegang saham di negra-negara lain kurang mendapat perhatian. Contohnya cina melarng insider traiding ( perdagangan yang melibatkan klangan dalam) sedangkan penegakan hokum yang lemah membuat penegakan aturan itu hampir tidak ada.
6. Apa yang dimaksud dengan pelaporan tiga baris bawah (triple Buttom-line reporting) dan mengapa pelaporan ini menjadi trend yang makin berkembang dikalangan perusahaan multinasional yang besar? Saat ini terdapat beberapa ketentuan apabila melakukan pelaporan jenis ini. Apakah pengaturan lebih banyak diperlukan? Mengapa?
Jawab :
Pelaporan tiga baris bawah (triple buttom line reporting) adalah laporan ketahanan yang mengintegrasikan kinerja ekonomi, social dan lingkungan.
Pelaporan tanggungjawab social semakin menjadi tren utama dikalangan perusahaan multinasional, hal ini menunjukkan bahwa jumlah perusahaan yang menerbitkan laporan lingkungan hidup, social atau ketahanan, selain laporan keuangan tahunan semakin bertambah
Ya, karena untuk menyeragamkan pelaporan di antar Negara satu dengan Negara lain dengan standar IFRS.
7. Apakah menerut anda pengungkapan sukarela oleh perusahaan-perusahaan dinegara pasar berkembang lebih banyak atau lebih sedikit bila dibandingkan dengan di negara maju? Mengapa?
Jawab :
Menurut kami pengungkapn sukarela oleh perusahaan-perusahaan di negara maju lebih banyak karena investor diseluruh dunia menuntut informasi yang lebih detail dan lebih tepat waktu, tingkat pengungkapan sukarela semakin meningkat
8. Apakah menurut anda pengungkapan wajib oleh perusahaan-perusahaan dinegara pasar berkembang lebih banyak atau lebih sedikit bila dibandingkan dengan di negara maju? Mengapa?
Jawab :
Menurut kami pengungkapan wajib oleh perusahaan-perusahaan di negara berkembang itu banyak, tetapi masih terbilang sangat dasar bagi Negara berkembang. Karena belum menyeragamkan standar IFRS di semua negara. Sedangkan bagi perusahaan-perusahaan maju pengungkapan wajib itu di haruskan seperti amerika serukat yang memiliki standar pengungkapannya secara umum di pandang paling ketat di dunia.
9. Apakah dua tujuan besar untuk pasar berorientasi investor? Manakah dari tujuan ini yang menurut anda paling penting ? berikan alasan untuk jawaban anda?
Jawab :
Dua tujuan utama untuk pasar berorientasi investor yaitu investor dapat menerima informasi yang material tepat pada waktunya dan dapat dilindungi melalui pengawasan dan penegakan aturan yang efektif. Menurut saya tujuan yang paling penting yaitu perlindungan investor melalui pengawasan dan penegakan aturan yang efektif, karena dengan adanya pengawasan dan penegakan aturan dapat menghindari terjadinya tindakan criminal dalam hal pengungkapan informasi yang ditujukan kepad investor, hal ini bertujuan untuk meningkatkan keyakinan investor, yang akan meningkatkan likuiditas, mengurangi biaya transaksi, dan meningkatkan kualitas pasar secara keseluruhan.
10. Dari perspektif sebuah regulator pasar surat berharga, apakah lebih banyak pengungkapan yang diminta selalu lebih baik daripada lebih sedikit pengungkapan ?Mengapa?
Jawab :
Tingkat pengungkapan yang rendah di negara-negara pasar berkembang tersebut konsisten dengan sistem tata kelola perusahaan dan keuangan di negara-negara itu. Pasar ekuitas tidak terlalu berkembang, bank dan pihak internal seperti kelompok keluarga menyalurkan kebanyakan kebutuhan pendanaa dan secara umum tidak terlalu banyak adanya kebutuhan akan pengungkapan publik yang kredibel dan tepat waktu, bila dibandingkan dengan perekonomian yang lebih maju. Namun demikian, permintaan investor atas informasi mengenai perusahaan yang tepat waktu dan kredibel di Negara-negara pasar berkembang semakin banyak regulator memberikan respons terhadap permintaan ini dengan membuat ketentuan pengungkapan yang lebih ketat dan meningkatkan upaya-upaya pengawasan dan penegakan aturan.
11. Menurut anda, mengapa laporan tahunan di prancis dan jerman lebih banyak berisi peramalan laba dan penjualan, bila dibandingkan dengan laporan tahunan inggris dan AS?
Jawab :
Laporan tahunan di perancis dan jerman lebih banyak berisi peramalan laba dan penjualan di karenakan merupakan negara pasar berkembang dimana kepemilikan saham masih tetap sangat terkonsentrasi dan bank menjadi sumber utama pembiayaan perusahaan.
Sedangkan pada laporan tahunan inggris dan AS lebih cenderung dalam menyediakan pendanaan yang dibutuhkan perusahaan.
12. Apakah yang dimaksud dengan tata kelola perusahaan ? perusahaan yang sahamnya tercatat di beberapa Negara diwajibkan mengungkapkan informasi mengenai praktik tata kelola perusahaan yang dijalankan. Mengapa investor dan para analis berpendapt bahwa informasi ini bermanfaat bagi mereka?
Jawab :
Tata kelola perusahaan adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan, dan institusi yang memengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Informasi dari laporan keuangan perusahaan sangat bermanfaat bagi investor dan manajemen untuk melakukan ramalan laba dan mengukur kinerja keuangan perusahaan.Kketepatan ramalan laba untuk masing-masing pasar modal dan masing-masing negara berbeda-beda, dan itu dipengaruhi oleh faktor faktor yang berbeda pula diantaranya interval waktu peramalan, besaran perusahaan, umur perusahaan, penjamin emisi, auditor, leverage, premium saham.
Jumat, 15 April 2011
Akuntansi internasional
Chapter 4
1. Tingkat melek huruf cukup berpengaruh trhadap perkembangan akuntansi di keempat negara yaitu Cina, Republik Ceko, Taiwan, dan Meksiko. Orang yang melek huruf tentu lebih cerdas dan lebih bisa memahami perhitungan uang. Selanjutnya akan berpengaruh ke dalam tingkat pemahaman di bidang akuntansi. Negara Cina yang berpenduduk terbanyak di dunia, walaupun tingkat melek hurufnya 85 persen,tetapi jumlah nyata dari keseluruhan 85 persen itu tentunya sangat besar bila dibandingkan dengan jumlah melek huruf di tuga negara lainnya. Oleh karena itu sangat wajar bila perkembangan akuntansi di Cina maju pesat. Begitu juga dengan ketiga negara lainnya yang memiliki angka melek huruf diatas sembilan puluh persen. Bisa disimpulkan bahwa angka yang tinggi tersebut merefleksikan tingkat kecerdasan masyarakatnya.
2. Pola pencatatan saham yang dapat diamati adalah Pola Grafik Bendera (High & Tigh Flag).
3. Perbedaan antara prinsip akuntansi Taiwan dengan IAS/IFRS yang masih ada juga akan diidentifikasikan sehingga prinsip-prinsip Taiwan akan direvisi agar sesuai dengan IAS/IFRS. Sedangkan kemiripannya adalah standar akuntansi & auditing didasarkan pada ketentuan nasional dengan referensi terhadap GAAP AS & IAS/IFRS.
4. Ya, penentuan perkembangan akuntansi mengikuti pembangunan ekonomi sebuah negara. Contohnya pada perekonomian Cina saat ini. Reformasi akuntansi yang dilakukan akhir-akhir ini mencakup privatisasi, termasuk pengalihan Perusahaan Milik Negara menjadi Perusahaan Perseroan yang mengeluarkan saham. Aturan akuntansi yang baru telah dikembangkan bagi perusahaan-perusahaan yang baru diprivatisasikan dan perusahaan-perusahaan independen dengan kewajiban terbatas, serta Badan Usaha Milik Asing seperti perusahaan patungan. Maka standar akuntansi diperlukan untuk mencerminkan kenyataan yang baru ini.
5. Persamaan pendekatannya adalah baik negara Cina maupun Republik Ceko sama-sama lebih menekankan untuk pendekatan privatisasi usaha. Perbedaannya pemerintah Republik Ceko lebih menekankan untuk pengaturan hukum untuk kepentingan standar akuntansi, sedangkan pemerintah Cina lebih menekankan untuk tidak ikut campur dalam ekonomi mikro, jadinya hanya ikut berperan di dalam ekonomi makro.
6. Pengembalian Hong Kong memengaruhi standar akuntansi Cina dengan cara dapat membantu pemerintah Cina dalam pertumbuhan ekspornya dan memperluas jangkauan sistem akuntansi yang telah dibuat.
7. Ciri-ciri penting pelaporan akuntansi dan keuangan yang diperlukan untuk mengembangakan pasar saham yang efisien dengan perdagangan yang wajar:
• Understandability atau mudah dimengerti
• Reliability atau keandalan
• Comparability atau bersifat omparatif
• Relevance atau relevansi
• True and Fair View/Fair Presentation atau Benar dan Dinilai Dengan Adil / Presentasi yang Adil
Kemungkinan bagi negara Cina, Republik Ceko, Taiwan, dan Meksiko untuk mengembangkan pasar saham seperti ini terbuka sebesar-besarnya. Karena keempat negara memiliki potensi yang cukup baik untuk memenuhi standar-standar yang dibutuhkan.
8. Peranan aturan hukum terhadap praktik akuntansi keuangan dalam masing-masing negara.
• Republik Ceko: hukum komersial peranannya mencakup ketentuan terhadap laporan keuangan tahunan, pajak penghasilan, audit dan rapat pemegang saham, serta secara khusus menegaskan menggunakan daftar akun yang digunakan untuk pembuatan catatan dan penyusunan laporan keuangan.
• Cina: hukum tersebut menjelaskan prinsip-prinsip umum akuntansi dan mendefinisikan peranan pemerintah & masalah-masalah yang memerlukan prosedur akuntansi.
• Taiwan: mengatur catatan akuntansi dan laporan keuangan di Taiwan serta menetapkan catatan akuntansi harus disimpan, dan mengatur bentuk provisi dasar laporan keuangan, catatan, dan pengungkapan lainnya.
• Meksiko: berisi ketentuan-ketentuan mengenai pembuatan ringkasan catatan akuntansi tertentu dan penyusunan laporan keuangan.
9. Bukti bahwa akuntansi Republik Ceko sama dengan Uni Eropa adalah bahwa akuntansi di Republik Ceko telah berubah arah selama beberapa kali pada abad ke-20 yang mencerminkan sejarah politiknya. Hingga akhir Perang Dunia II, praktek dan prinsip akuntansi mencerminkan praktek dan prinsip akuntansi yang dianut Negara-negara Eropa yang berbahasa Jerman. Kemudian, praktik akuntansi didasarkan pada model Soviet dimana daftar akun seragam, metode akuntansi detail, dan laporan keuangan seragam yang wajib dibuat oleh seluruh perusahaan. Setelah tahun 1989, Ceko bergerak dengan cepat menuju perekonomian berorientasi pasar.
Akuntansi di Ceko dipengaruhi oleh Hukum Komersial, Undang-undang Akuntansi, dan keputusan Kementrian Keuangan. Bursa efek memiliki pengaruh yang kecil dan meskipun Hukum Komersial berasal dari Jerman, peraturan pajak tidak berpengaruh secara langsung. Penyajian benar dan wajar yang diatur dalam Undang-undang Akuntansi dan diambil dari Direktif UE diinterpretasikan dengan maksud bahwa akun pajak dan akun keuangan diperlakukan secara beda. Undang-undang auditor disahkan pada tahun 1998. Suatu audit atas laporan keuangan diwajibkan untuk seluruh perusahaan perseroan dan perusahaan dengan kewajiban terbatas yang besar.
10. Contoh yang menunjukkan bahwa standar akuntansi cina konsisten dengan praktik kelas dunia adalah dibentuknya Standar Akuntansi untuk Perusahaan Bisnis (Accounting Standards for Business Enterprises – ASBE) oleh Kementrian Keuangan pada tahun 1992 untuk mengharmonisasikan praktik domestik dan mengharmonisasikan praktik di Cina dengan praktik Internasional.
11. Bukti bahwa praktik akuntansi di Taiwan juga sama dengan di Amerika Serikat adalah bahwa Komite Standar Auditing di Taiwan mengeluarkan standar auditing dengan menggunakan prosedur yang sama dengan FASC (Financial Accounting Standards Committee) dari Lembaga Pengembangan dan Penelitian Akuntansi (Accounting Research and Development Foundation – ARDF), yang dibentuk menurut Lembaga Akuntansi Keuangan di Amerika Serikat. Standar akuntansi dan auditing didasarkan pada ketentuan nasional dengan referansi terhadap GAAP Amerika Serikat dan IAS/IFRS.
12. Pos rekonsiliasi yang paling signifikan adalah Pos Saham yang Digunakan Dalam GAAP & Non-GAAP Terdilusi-Laba Bersih per Saham Perhitungan.
Jawaban Latihan
1. Jawaban poin a &b :
Cina: Lembaga pembuat standar akuntansi nasionalnya yaitu Kementrian Keuangan yang diawasi Dewan Negara. Yang bertugas melakukan pengawasan dan penegakan aturan standar akuntansi keuangan yaitu Komite Standar Akuntansi Cina (China Accounting Standards Committee – CASC).
Taiwan: Lembaga pembuat standar akuntansi nasionalnya yaitu Komite Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standards Committee – FASC). Yang bertugas melakukan pengawasan dan penegakan aturan standar akuntansi keuangan yaitu ARDF (Accounting Research and Development Foundation).
Meksiko: Lembaga pembuat standar akuntansi nasionalnya yaitu Institut Akuntan Publik Meksiko (Instituto Mexicano de Contadores Publicos). Yang bertugas melakukan pengawasan dan penegakan aturan standar akuntansi keuangan yaitu standar akuntansi yang dikembangkan oleh Komisi Prinsip Akuntansi dibawah institusi tersebut, sedangakan standar auditing merupakan tanggung jawab Komisi
Prosedur dan Standar Auditing.
Republik Ceko: Lembaga pembuat standar akuntansi nasionalnya yaitu Kementrian Keuangan. Yang bertugas melakukan pengawasan dan penegakan aturan standar akuntansi keuangan yaitu Kementrian Keuangan juga.
2. Organisasi-organisasi yang dibahas dalam bab ini yang ada di situs Web IFAC:
• IAESB (International Accounting Education Standards Board)
• IAASB (International Auditing and Assurance Standards Board)
• IESBA (International Ethics Standards Board for Accountants)
• IPSASB (International Public Sector Accounting Standards Board)
3. Jawaban poin a & b:
-Bursa Efek Praha (Prague Stock Exchange): Prague Stock Exchange atau PSE (Ceko: Burza cenných papírů Praha, atau BCPP) adalah efek pasar utama Republik Ceko dan saat ini (per September 2005) terbesar kedua di bursa Eropa Tengah dan Timur. Meskipun pertukaran pertama Praha dibuka pada 1861, PSE sekarang didirikan pada tanggal 24 November 1992, dan perdagangan dimulai pada tanggal 6 April 1993.
-Perekonomian Hibrid (campuran): Perekonomian Hibrid adalah setiap jenis lokal, negara, atau sistem ekonomi nasional yang melibatkan fokus kurang lebih sama pada dua jenis ekonomi. Ekonomi hibrid ini atau dual adalah struktur yang relatif umum yang telah digunakan dalam berbagai pengaturan sepanjang sejarah umat manusia. Beberapa contoh ekonomi hibrid mungkin termasuk ekonomi berbasis militer-industri, ekonomi industri berbasis universitas, atau hibrid ekonomi terutama didasarkan pada campuran bisnis dan pemerintah.
-FARR: Financial Accounting and reporting Rules for Enterprises, atau Aturan Pelapora dan Akuntansi Keuangan bagi Perusahaan di Cina. Berfokus pada pencatatan buku, penyusunan laporan keuangan, pelaporan praktik, dan masalah-masalah akuntansi keuangan dan pelaporan lainnya.
-CASC: China Accounting Standards Committee, atau Komite Standar Akuntansi Cina. Didirikan pada tahun 1998 sebagai badan berwenang di bawah Kementrian Keuangan yang bertanggung jawab untuk mengembangkan standar akuntansi.
-ASBE: Accounting Standards for Business Enterprises, atau Standar Akuntansi Untuk Perusahaan Bisnis di Cina. Suatu kerangka dasar konseptual yang dirancang untuk menuntun perkembangan standar akuntansi yang baru.
-CSRC: China Securities Regulatory Commission, atau Komisi Pengatur Pasar Modal Cina.Mengatur dua bursa efek di Cina, yaitu Shanghai yang dibuka pada tahun 1990 dan Shenzhen yang dibuka pada tahun 1991.
-FASC: Financial Accounting Standards Committee, atau Komite Standar Akuntansi Keuangan yang ada di Taiwan. Didirikan pada tahun 1984, mengikuti proses pemeriksaan (due process) yang sama dengan FASC AS.
-ARDF: Accounting Research and development Foundation, atau Lembaga Pengembangan dan Penelitian Akuntansi di Taiwan. Didirikan pada tahun 1984 untuk meningkatkan level studi akuntansi, memajukan perkembangan standar akuntansi dan auditing, dan membantu perusahaan industri dan komersial untuk memperbaiki sistem akuntansinya.
4. Jawaban poin a & b:
• Republik Ceko: prinsip akuntansi yang penting dan berbeda dari norma internasional adalah praktik akuntansi yang didasarkan pada model Soviet. Alasannya karena Kebutuhan administrasi berbagai lembaga pemerintah pusat dipenuhi melalui karakteristik seperti daftar akun yang seragam, metode akuntansi yang detail dan laporan keuangan seragam, yang wajib dibuat oleh seluruh perusahaan. Fokus pada produksidan perhitungan biaya berdasarkan biaya historis ditekankan untuk pelaporan eksternal. Sistem akuntansi keuangan dan biaya yang terpadu menggunaka prinsip penetapan harga yang sama dan prinsip lainnya.
• Cina: prinsip akuntansi yang penting dan berbeda dari norma internasional adalah sejumlah dokumen menunjukkan bahwa akuntansi digunakan untuk mengukur kekayaan dan membandingkan pencapaian di kalangan bangswan dan putri=putri pada masa Dinasti Xia (tahun 2000-1500 SM). Alasannya karena pada saat itu akuntansinya berfungsi seperti yang seharusnya, yaitu membuat catatan penerimaan dan pengeluaran setiap harinya dan akuntansi dipandang sebagai bagian dari sejarah.
• Taiwan: prinsip akuntansi yang penting dan berbeda dari norma internasional adalah tentang Hukum Akuntansi Komersial yang diamandemen pada tahun 1987. Alasannya karena hukum tersebut berlaku bagi perusahaan-perusahaan yang didirikan berdasarkan Hukum Perusahaan dan Aturan Bisnis, kecuali untuk persekutuan kecil atau perseorangan.
• Meksiko: prinsip akuntansi yang penting dan berbeda dari norma internasional adalah standar akuntansi yang diakui memiliki kewenangan oleh pemerintah, secara khusus oleh Komisi Pasar Modal dan Perbankan Nasional, yang mengatur Bursa Efek Meksiko. Alasannya karena prinsip akuntansi Meksiko tidak membedakan antara perusahaan besar dan kecil, dan diterapkan untuk seluruh badan usaha.
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola pencatatan saham:
• Return on Asset
• Return on Equity
• Earning per Share
• Book Value Equity per Share
• Debt to Equity Ratio
• Return Saham
• Return Bebas resiko
• Beta Saham
• Return Market
7. Jawaban poin a & b:
• Republik Ceko: Faktor yang paling memengaruhi perkembangan akuntansi adalah ikatan politik dan ekonomi. Alasannya karena dilihat darisistem akuntansinya yang sama dengan prinsip akuntansi di negara-negara Uni Eropa.
• Cina: Faktor yang paling memengaruhi perkembangan akuntansi adalah tingkat sistem hukum. Alasannya karenaHukum Akuntansi yang diamandemen pada tahun 2000 mencakup seluruh perusahaan dan organisasi, termasuk yang tidak dimiliki dan tidak dikendalikan oleh negara.
• Taiwan: Faktor yang paling memengaruhi perkembangan akuntansi adalah tingkat pembangunan ekonomi. Alasannya karena dilihat dari pertumbuhan ekonomi dari mulai sektor pertanian dan industri yang kemudian meluas ke sektor ekspor, dan kemudian industri padat modal yang berteknologi tinggi.
• Meksiko: Faktor yang paling memengaruhi perkembangan akuntansi adalah tingkat pembangunan ekonomi. Alasannya karena Meksiko memiliki secara umum perekonomian pasar bebas yang megalami reformasi dan membantu mengurangi inflasi, meningkatkan tingkat pertumbuhan ekonomi, dan memberikan fundamenta ekonomi yang lebih sehat
8. Jawaban poin a & b:
• Republik Ceko: Faktor yang kurang penting dalam memengaruhi perkembangan akuntansi adalah inflasi. Alasannya karena tidak ada keterangan yang menjelaskan inflasi memiliki pengaruh yang signifikan.
• Cina: Faktor yang kurang penting dalam memengaruhi perkembangan akuntansi adalah tingkat pendidikan. Alasannya karena walaupun persentase angka melek huruf di Cina yang paling rendah dibandingkan dengan tiga negara lainnya, namun saat ini Cina mampu membuktikan sebagai negara dengan perekonomian yang kuat.
• Taiwan: Faktor yang kurang penting dalam memengaruhi perkembangan akuntansi adalah inflasi. Alasannya karena negara ini mampu bangkit secara luar biasa dari sektor ekspor pada produk manufaktur.
• Meksiko: Faktor yang kurang penting dalam memengaruhi perkembangan akuntansi adalah Sumber pembiayaan. Alasannya karena banyak perusahaan yang didominasi oleh kontrol keluarga dari pemiliknya.
9. >> Peran pemerintah dalam mengembangkan standar akuntansi dan auditing di Cina : komite standar akuntansi cina bertanggung jawab untuk mengembangkan standar akuntansi yng mencakup pembagian tugas, melakukan penelitian kepada sejumlah gugus tugas, penerbitan draft eksposur dan dengar pendapat umum.
>> Peran pemerintah dalam mengembangkan standar akuntansi dan auditing di Taiwan : ARDF memajukan perkembangan standar akuntansi dan auditing dan membantu perusahaan indusrti dan komersial untuk memperbaiki sistem akuntansinya.
>> Peran pemerintah dalam mengembangkan standar akuntansi dan auditing di Mexico :institute akuntan publik meksiko menerbitkan standar akuntansi dan auditing.Standar akuntansi dikembangkan oleh komisi prinsip akuntansi sedangkan standar auditing merupakan tanggung jawab komisi prosedur dan standar auditing. Proses penetapan standar dikembangkan dengan baik.
>> Peran pemerintah dalam mengembangkan standar akuntansi dan auditing di Republik Ceko : kementerian keuangan bertanggung jawab atas prinsip-prinsip akuntansi. Keputusan kementerian keuangan menetapkan praktik pengukuran dan pengungkapan yang dapat diterima yang harus diikuti oleh perusahaan. Audit dirancang untuk memastikan bahwa akun-akun telah dicatat sesuai dengan aturan dan keputusan yang berlaku dan laporan keuangan menyajikan posisi dan hasil keuangan perusahaan dengan wajar dan benar.
11. Matrik pengaruh penentuan standar akuntansi:
Sector public
Otoritas: 1. pajak 2.Komisi Pasar modal 3.Kementrian bertanggung jawab terhadap hukum potensial
Cina Ya Ya Ya
Cek Ya Ya Ya
Taiwan Ya Ya Ya
Meksiko Ya Ya Ya
12. Perbandingan yang dipilih diantara dua negara, yaitu Cina dan Republik Ceko.
• Likuiditas: rasio berjalan; arus kas dari operasi terhadap kewajiban lancar
-Cina:
-Republik Ceko:
• Solvabilitas: utang terhadap ekuitas; utang terhadap aktiva
-Cina:
-Republik Ceko:
• Profitabilitas: pengembalian atas aktiva; pengembalian atas ekuitas
-Cina:
-Republik Ceko:
1. Tingkat melek huruf cukup berpengaruh trhadap perkembangan akuntansi di keempat negara yaitu Cina, Republik Ceko, Taiwan, dan Meksiko. Orang yang melek huruf tentu lebih cerdas dan lebih bisa memahami perhitungan uang. Selanjutnya akan berpengaruh ke dalam tingkat pemahaman di bidang akuntansi. Negara Cina yang berpenduduk terbanyak di dunia, walaupun tingkat melek hurufnya 85 persen,tetapi jumlah nyata dari keseluruhan 85 persen itu tentunya sangat besar bila dibandingkan dengan jumlah melek huruf di tuga negara lainnya. Oleh karena itu sangat wajar bila perkembangan akuntansi di Cina maju pesat. Begitu juga dengan ketiga negara lainnya yang memiliki angka melek huruf diatas sembilan puluh persen. Bisa disimpulkan bahwa angka yang tinggi tersebut merefleksikan tingkat kecerdasan masyarakatnya.
2. Pola pencatatan saham yang dapat diamati adalah Pola Grafik Bendera (High & Tigh Flag).
3. Perbedaan antara prinsip akuntansi Taiwan dengan IAS/IFRS yang masih ada juga akan diidentifikasikan sehingga prinsip-prinsip Taiwan akan direvisi agar sesuai dengan IAS/IFRS. Sedangkan kemiripannya adalah standar akuntansi & auditing didasarkan pada ketentuan nasional dengan referensi terhadap GAAP AS & IAS/IFRS.
4. Ya, penentuan perkembangan akuntansi mengikuti pembangunan ekonomi sebuah negara. Contohnya pada perekonomian Cina saat ini. Reformasi akuntansi yang dilakukan akhir-akhir ini mencakup privatisasi, termasuk pengalihan Perusahaan Milik Negara menjadi Perusahaan Perseroan yang mengeluarkan saham. Aturan akuntansi yang baru telah dikembangkan bagi perusahaan-perusahaan yang baru diprivatisasikan dan perusahaan-perusahaan independen dengan kewajiban terbatas, serta Badan Usaha Milik Asing seperti perusahaan patungan. Maka standar akuntansi diperlukan untuk mencerminkan kenyataan yang baru ini.
5. Persamaan pendekatannya adalah baik negara Cina maupun Republik Ceko sama-sama lebih menekankan untuk pendekatan privatisasi usaha. Perbedaannya pemerintah Republik Ceko lebih menekankan untuk pengaturan hukum untuk kepentingan standar akuntansi, sedangkan pemerintah Cina lebih menekankan untuk tidak ikut campur dalam ekonomi mikro, jadinya hanya ikut berperan di dalam ekonomi makro.
6. Pengembalian Hong Kong memengaruhi standar akuntansi Cina dengan cara dapat membantu pemerintah Cina dalam pertumbuhan ekspornya dan memperluas jangkauan sistem akuntansi yang telah dibuat.
7. Ciri-ciri penting pelaporan akuntansi dan keuangan yang diperlukan untuk mengembangakan pasar saham yang efisien dengan perdagangan yang wajar:
• Understandability atau mudah dimengerti
• Reliability atau keandalan
• Comparability atau bersifat omparatif
• Relevance atau relevansi
• True and Fair View/Fair Presentation atau Benar dan Dinilai Dengan Adil / Presentasi yang Adil
Kemungkinan bagi negara Cina, Republik Ceko, Taiwan, dan Meksiko untuk mengembangkan pasar saham seperti ini terbuka sebesar-besarnya. Karena keempat negara memiliki potensi yang cukup baik untuk memenuhi standar-standar yang dibutuhkan.
8. Peranan aturan hukum terhadap praktik akuntansi keuangan dalam masing-masing negara.
• Republik Ceko: hukum komersial peranannya mencakup ketentuan terhadap laporan keuangan tahunan, pajak penghasilan, audit dan rapat pemegang saham, serta secara khusus menegaskan menggunakan daftar akun yang digunakan untuk pembuatan catatan dan penyusunan laporan keuangan.
• Cina: hukum tersebut menjelaskan prinsip-prinsip umum akuntansi dan mendefinisikan peranan pemerintah & masalah-masalah yang memerlukan prosedur akuntansi.
• Taiwan: mengatur catatan akuntansi dan laporan keuangan di Taiwan serta menetapkan catatan akuntansi harus disimpan, dan mengatur bentuk provisi dasar laporan keuangan, catatan, dan pengungkapan lainnya.
• Meksiko: berisi ketentuan-ketentuan mengenai pembuatan ringkasan catatan akuntansi tertentu dan penyusunan laporan keuangan.
9. Bukti bahwa akuntansi Republik Ceko sama dengan Uni Eropa adalah bahwa akuntansi di Republik Ceko telah berubah arah selama beberapa kali pada abad ke-20 yang mencerminkan sejarah politiknya. Hingga akhir Perang Dunia II, praktek dan prinsip akuntansi mencerminkan praktek dan prinsip akuntansi yang dianut Negara-negara Eropa yang berbahasa Jerman. Kemudian, praktik akuntansi didasarkan pada model Soviet dimana daftar akun seragam, metode akuntansi detail, dan laporan keuangan seragam yang wajib dibuat oleh seluruh perusahaan. Setelah tahun 1989, Ceko bergerak dengan cepat menuju perekonomian berorientasi pasar.
Akuntansi di Ceko dipengaruhi oleh Hukum Komersial, Undang-undang Akuntansi, dan keputusan Kementrian Keuangan. Bursa efek memiliki pengaruh yang kecil dan meskipun Hukum Komersial berasal dari Jerman, peraturan pajak tidak berpengaruh secara langsung. Penyajian benar dan wajar yang diatur dalam Undang-undang Akuntansi dan diambil dari Direktif UE diinterpretasikan dengan maksud bahwa akun pajak dan akun keuangan diperlakukan secara beda. Undang-undang auditor disahkan pada tahun 1998. Suatu audit atas laporan keuangan diwajibkan untuk seluruh perusahaan perseroan dan perusahaan dengan kewajiban terbatas yang besar.
10. Contoh yang menunjukkan bahwa standar akuntansi cina konsisten dengan praktik kelas dunia adalah dibentuknya Standar Akuntansi untuk Perusahaan Bisnis (Accounting Standards for Business Enterprises – ASBE) oleh Kementrian Keuangan pada tahun 1992 untuk mengharmonisasikan praktik domestik dan mengharmonisasikan praktik di Cina dengan praktik Internasional.
11. Bukti bahwa praktik akuntansi di Taiwan juga sama dengan di Amerika Serikat adalah bahwa Komite Standar Auditing di Taiwan mengeluarkan standar auditing dengan menggunakan prosedur yang sama dengan FASC (Financial Accounting Standards Committee) dari Lembaga Pengembangan dan Penelitian Akuntansi (Accounting Research and Development Foundation – ARDF), yang dibentuk menurut Lembaga Akuntansi Keuangan di Amerika Serikat. Standar akuntansi dan auditing didasarkan pada ketentuan nasional dengan referansi terhadap GAAP Amerika Serikat dan IAS/IFRS.
12. Pos rekonsiliasi yang paling signifikan adalah Pos Saham yang Digunakan Dalam GAAP & Non-GAAP Terdilusi-Laba Bersih per Saham Perhitungan.
Jawaban Latihan
1. Jawaban poin a &b :
Cina: Lembaga pembuat standar akuntansi nasionalnya yaitu Kementrian Keuangan yang diawasi Dewan Negara. Yang bertugas melakukan pengawasan dan penegakan aturan standar akuntansi keuangan yaitu Komite Standar Akuntansi Cina (China Accounting Standards Committee – CASC).
Taiwan: Lembaga pembuat standar akuntansi nasionalnya yaitu Komite Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standards Committee – FASC). Yang bertugas melakukan pengawasan dan penegakan aturan standar akuntansi keuangan yaitu ARDF (Accounting Research and Development Foundation).
Meksiko: Lembaga pembuat standar akuntansi nasionalnya yaitu Institut Akuntan Publik Meksiko (Instituto Mexicano de Contadores Publicos). Yang bertugas melakukan pengawasan dan penegakan aturan standar akuntansi keuangan yaitu standar akuntansi yang dikembangkan oleh Komisi Prinsip Akuntansi dibawah institusi tersebut, sedangakan standar auditing merupakan tanggung jawab Komisi
Prosedur dan Standar Auditing.
Republik Ceko: Lembaga pembuat standar akuntansi nasionalnya yaitu Kementrian Keuangan. Yang bertugas melakukan pengawasan dan penegakan aturan standar akuntansi keuangan yaitu Kementrian Keuangan juga.
2. Organisasi-organisasi yang dibahas dalam bab ini yang ada di situs Web IFAC:
• IAESB (International Accounting Education Standards Board)
• IAASB (International Auditing and Assurance Standards Board)
• IESBA (International Ethics Standards Board for Accountants)
• IPSASB (International Public Sector Accounting Standards Board)
3. Jawaban poin a & b:
-Bursa Efek Praha (Prague Stock Exchange): Prague Stock Exchange atau PSE (Ceko: Burza cenných papírů Praha, atau BCPP) adalah efek pasar utama Republik Ceko dan saat ini (per September 2005) terbesar kedua di bursa Eropa Tengah dan Timur. Meskipun pertukaran pertama Praha dibuka pada 1861, PSE sekarang didirikan pada tanggal 24 November 1992, dan perdagangan dimulai pada tanggal 6 April 1993.
-Perekonomian Hibrid (campuran): Perekonomian Hibrid adalah setiap jenis lokal, negara, atau sistem ekonomi nasional yang melibatkan fokus kurang lebih sama pada dua jenis ekonomi. Ekonomi hibrid ini atau dual adalah struktur yang relatif umum yang telah digunakan dalam berbagai pengaturan sepanjang sejarah umat manusia. Beberapa contoh ekonomi hibrid mungkin termasuk ekonomi berbasis militer-industri, ekonomi industri berbasis universitas, atau hibrid ekonomi terutama didasarkan pada campuran bisnis dan pemerintah.
-FARR: Financial Accounting and reporting Rules for Enterprises, atau Aturan Pelapora dan Akuntansi Keuangan bagi Perusahaan di Cina. Berfokus pada pencatatan buku, penyusunan laporan keuangan, pelaporan praktik, dan masalah-masalah akuntansi keuangan dan pelaporan lainnya.
-CASC: China Accounting Standards Committee, atau Komite Standar Akuntansi Cina. Didirikan pada tahun 1998 sebagai badan berwenang di bawah Kementrian Keuangan yang bertanggung jawab untuk mengembangkan standar akuntansi.
-ASBE: Accounting Standards for Business Enterprises, atau Standar Akuntansi Untuk Perusahaan Bisnis di Cina. Suatu kerangka dasar konseptual yang dirancang untuk menuntun perkembangan standar akuntansi yang baru.
-CSRC: China Securities Regulatory Commission, atau Komisi Pengatur Pasar Modal Cina.Mengatur dua bursa efek di Cina, yaitu Shanghai yang dibuka pada tahun 1990 dan Shenzhen yang dibuka pada tahun 1991.
-FASC: Financial Accounting Standards Committee, atau Komite Standar Akuntansi Keuangan yang ada di Taiwan. Didirikan pada tahun 1984, mengikuti proses pemeriksaan (due process) yang sama dengan FASC AS.
-ARDF: Accounting Research and development Foundation, atau Lembaga Pengembangan dan Penelitian Akuntansi di Taiwan. Didirikan pada tahun 1984 untuk meningkatkan level studi akuntansi, memajukan perkembangan standar akuntansi dan auditing, dan membantu perusahaan industri dan komersial untuk memperbaiki sistem akuntansinya.
4. Jawaban poin a & b:
• Republik Ceko: prinsip akuntansi yang penting dan berbeda dari norma internasional adalah praktik akuntansi yang didasarkan pada model Soviet. Alasannya karena Kebutuhan administrasi berbagai lembaga pemerintah pusat dipenuhi melalui karakteristik seperti daftar akun yang seragam, metode akuntansi yang detail dan laporan keuangan seragam, yang wajib dibuat oleh seluruh perusahaan. Fokus pada produksidan perhitungan biaya berdasarkan biaya historis ditekankan untuk pelaporan eksternal. Sistem akuntansi keuangan dan biaya yang terpadu menggunaka prinsip penetapan harga yang sama dan prinsip lainnya.
• Cina: prinsip akuntansi yang penting dan berbeda dari norma internasional adalah sejumlah dokumen menunjukkan bahwa akuntansi digunakan untuk mengukur kekayaan dan membandingkan pencapaian di kalangan bangswan dan putri=putri pada masa Dinasti Xia (tahun 2000-1500 SM). Alasannya karena pada saat itu akuntansinya berfungsi seperti yang seharusnya, yaitu membuat catatan penerimaan dan pengeluaran setiap harinya dan akuntansi dipandang sebagai bagian dari sejarah.
• Taiwan: prinsip akuntansi yang penting dan berbeda dari norma internasional adalah tentang Hukum Akuntansi Komersial yang diamandemen pada tahun 1987. Alasannya karena hukum tersebut berlaku bagi perusahaan-perusahaan yang didirikan berdasarkan Hukum Perusahaan dan Aturan Bisnis, kecuali untuk persekutuan kecil atau perseorangan.
• Meksiko: prinsip akuntansi yang penting dan berbeda dari norma internasional adalah standar akuntansi yang diakui memiliki kewenangan oleh pemerintah, secara khusus oleh Komisi Pasar Modal dan Perbankan Nasional, yang mengatur Bursa Efek Meksiko. Alasannya karena prinsip akuntansi Meksiko tidak membedakan antara perusahaan besar dan kecil, dan diterapkan untuk seluruh badan usaha.
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola pencatatan saham:
• Return on Asset
• Return on Equity
• Earning per Share
• Book Value Equity per Share
• Debt to Equity Ratio
• Return Saham
• Return Bebas resiko
• Beta Saham
• Return Market
7. Jawaban poin a & b:
• Republik Ceko: Faktor yang paling memengaruhi perkembangan akuntansi adalah ikatan politik dan ekonomi. Alasannya karena dilihat darisistem akuntansinya yang sama dengan prinsip akuntansi di negara-negara Uni Eropa.
• Cina: Faktor yang paling memengaruhi perkembangan akuntansi adalah tingkat sistem hukum. Alasannya karenaHukum Akuntansi yang diamandemen pada tahun 2000 mencakup seluruh perusahaan dan organisasi, termasuk yang tidak dimiliki dan tidak dikendalikan oleh negara.
• Taiwan: Faktor yang paling memengaruhi perkembangan akuntansi adalah tingkat pembangunan ekonomi. Alasannya karena dilihat dari pertumbuhan ekonomi dari mulai sektor pertanian dan industri yang kemudian meluas ke sektor ekspor, dan kemudian industri padat modal yang berteknologi tinggi.
• Meksiko: Faktor yang paling memengaruhi perkembangan akuntansi adalah tingkat pembangunan ekonomi. Alasannya karena Meksiko memiliki secara umum perekonomian pasar bebas yang megalami reformasi dan membantu mengurangi inflasi, meningkatkan tingkat pertumbuhan ekonomi, dan memberikan fundamenta ekonomi yang lebih sehat
8. Jawaban poin a & b:
• Republik Ceko: Faktor yang kurang penting dalam memengaruhi perkembangan akuntansi adalah inflasi. Alasannya karena tidak ada keterangan yang menjelaskan inflasi memiliki pengaruh yang signifikan.
• Cina: Faktor yang kurang penting dalam memengaruhi perkembangan akuntansi adalah tingkat pendidikan. Alasannya karena walaupun persentase angka melek huruf di Cina yang paling rendah dibandingkan dengan tiga negara lainnya, namun saat ini Cina mampu membuktikan sebagai negara dengan perekonomian yang kuat.
• Taiwan: Faktor yang kurang penting dalam memengaruhi perkembangan akuntansi adalah inflasi. Alasannya karena negara ini mampu bangkit secara luar biasa dari sektor ekspor pada produk manufaktur.
• Meksiko: Faktor yang kurang penting dalam memengaruhi perkembangan akuntansi adalah Sumber pembiayaan. Alasannya karena banyak perusahaan yang didominasi oleh kontrol keluarga dari pemiliknya.
9. >> Peran pemerintah dalam mengembangkan standar akuntansi dan auditing di Cina : komite standar akuntansi cina bertanggung jawab untuk mengembangkan standar akuntansi yng mencakup pembagian tugas, melakukan penelitian kepada sejumlah gugus tugas, penerbitan draft eksposur dan dengar pendapat umum.
>> Peran pemerintah dalam mengembangkan standar akuntansi dan auditing di Taiwan : ARDF memajukan perkembangan standar akuntansi dan auditing dan membantu perusahaan indusrti dan komersial untuk memperbaiki sistem akuntansinya.
>> Peran pemerintah dalam mengembangkan standar akuntansi dan auditing di Mexico :institute akuntan publik meksiko menerbitkan standar akuntansi dan auditing.Standar akuntansi dikembangkan oleh komisi prinsip akuntansi sedangkan standar auditing merupakan tanggung jawab komisi prosedur dan standar auditing. Proses penetapan standar dikembangkan dengan baik.
>> Peran pemerintah dalam mengembangkan standar akuntansi dan auditing di Republik Ceko : kementerian keuangan bertanggung jawab atas prinsip-prinsip akuntansi. Keputusan kementerian keuangan menetapkan praktik pengukuran dan pengungkapan yang dapat diterima yang harus diikuti oleh perusahaan. Audit dirancang untuk memastikan bahwa akun-akun telah dicatat sesuai dengan aturan dan keputusan yang berlaku dan laporan keuangan menyajikan posisi dan hasil keuangan perusahaan dengan wajar dan benar.
11. Matrik pengaruh penentuan standar akuntansi:
Sector public
Otoritas: 1. pajak 2.Komisi Pasar modal 3.Kementrian bertanggung jawab terhadap hukum potensial
Cina Ya Ya Ya
Cek Ya Ya Ya
Taiwan Ya Ya Ya
Meksiko Ya Ya Ya
12. Perbandingan yang dipilih diantara dua negara, yaitu Cina dan Republik Ceko.
• Likuiditas: rasio berjalan; arus kas dari operasi terhadap kewajiban lancar
-Cina:
-Republik Ceko:
• Solvabilitas: utang terhadap ekuitas; utang terhadap aktiva
-Cina:
-Republik Ceko:
• Profitabilitas: pengembalian atas aktiva; pengembalian atas ekuitas
-Cina:
-Republik Ceko:
Akuntansi internasional
Chapter 3
Latihan dan Diskusi
Hal 132
1. System akuntansi nasional
a. Nama badab atau lembaga
b. Lembaga lain yang terkait
Prancis CNC COB
CRC
AMF
OEC
CNCC
Jerman GASC/DRSC WP
Jepang BADC JICPA
FASF
ASBJ
Belanda NivRA OECD
Inggris ASC/ ASB ICAEW
ICAI
ICAS
ACCA
CIMA
CIPFA
Amerika FASB AICPA
PCAOB
SEC
2. Inggris dan Jerman
Karena Negara ini memiliki laporam keuangan perusahaan yang beroperasi di Negara ini disesuaikan untuk mencerminkan tingkat harga sebelum translasi. Ya, setiap Negara yang memiliki bursa efek harus memilki lembaga pengtur yang mengakan aturan pelaporan akuntansi dan keuangan
3. b. Amerika
5. a. perbedaan akuntansi inggris dan as:
• akuntansi AS diatur oleh badan sector swasta
• system AS tidak memiliki ketentuan hukum
b. inggris
7. Laporan laba rugi, neraca, arus kas
8. a. code de commerce, expert comptable, remunerasi, keiretsu, laporan dearing
9. Perubahan utama pada akuntansi jepang didasarkan pada:
# hukum komersial
# undang-undang pasar
# undang-undang pajak
Ketiga hukum tersebut berkaitan satu sama lain.
Hal 137
1. Perbedaan antara akuntansi berbasis aturan dan berbasis prinsip dan keuntungan dan kerugianya tergantung dari pos-pos yang terkait yaitu:
a. Amortisasi merek dan goodwill
b. Goodwill yang berasal dari akuisisi anak peruhaan dari luar negeri
c. Opsi saham
d. Surat berhaga yang tesedia untuk dijual
e. Metode pencatatan oembelian
2. GAAP Amerika semakin berubah karena regulasi akuntansi dan auditing DAS merupakan yang paling padat dan secara subsanstansi paling ditail dibandingkan neggara lain di dunia.
3. Dengan cara mengkoordinasikan agenda penetapan standar masa depan seghingga masalah utama dapat dikerjaka seccara bersama serta meresmikan komitmen untuk melakukan covergensi dengan menandatangani pejanjian nor walk
4. Dengan berbasis prisip, karena benar-benar memberikan perlindungan pd investor.
Hal 151
2. Dapat dikatakan bermanfaat, karena dapat mengetahui system laporan keuangan Negara lain, sehingga dapat disimpulkan mengenai peningkatan atau penurunan suatu usaha.
3. sebaiknya keputusan diantara manajemen harus dilihat dari kondisi perusahaan, sehingga dapat menentukan pendapat terbaik bagi sutu parusahaan, dan hanya menggunakan 1 laporan keuangan GAAP.
Latihan dan Diskusi
Hal 132
1. System akuntansi nasional
a. Nama badab atau lembaga
b. Lembaga lain yang terkait
Prancis CNC COB
CRC
AMF
OEC
CNCC
Jerman GASC/DRSC WP
Jepang BADC JICPA
FASF
ASBJ
Belanda NivRA OECD
Inggris ASC/ ASB ICAEW
ICAI
ICAS
ACCA
CIMA
CIPFA
Amerika FASB AICPA
PCAOB
SEC
2. Inggris dan Jerman
Karena Negara ini memiliki laporam keuangan perusahaan yang beroperasi di Negara ini disesuaikan untuk mencerminkan tingkat harga sebelum translasi. Ya, setiap Negara yang memiliki bursa efek harus memilki lembaga pengtur yang mengakan aturan pelaporan akuntansi dan keuangan
3. b. Amerika
5. a. perbedaan akuntansi inggris dan as:
• akuntansi AS diatur oleh badan sector swasta
• system AS tidak memiliki ketentuan hukum
b. inggris
7. Laporan laba rugi, neraca, arus kas
8. a. code de commerce, expert comptable, remunerasi, keiretsu, laporan dearing
9. Perubahan utama pada akuntansi jepang didasarkan pada:
# hukum komersial
# undang-undang pasar
# undang-undang pajak
Ketiga hukum tersebut berkaitan satu sama lain.
Hal 137
1. Perbedaan antara akuntansi berbasis aturan dan berbasis prinsip dan keuntungan dan kerugianya tergantung dari pos-pos yang terkait yaitu:
a. Amortisasi merek dan goodwill
b. Goodwill yang berasal dari akuisisi anak peruhaan dari luar negeri
c. Opsi saham
d. Surat berhaga yang tesedia untuk dijual
e. Metode pencatatan oembelian
2. GAAP Amerika semakin berubah karena regulasi akuntansi dan auditing DAS merupakan yang paling padat dan secara subsanstansi paling ditail dibandingkan neggara lain di dunia.
3. Dengan cara mengkoordinasikan agenda penetapan standar masa depan seghingga masalah utama dapat dikerjaka seccara bersama serta meresmikan komitmen untuk melakukan covergensi dengan menandatangani pejanjian nor walk
4. Dengan berbasis prisip, karena benar-benar memberikan perlindungan pd investor.
Hal 151
2. Dapat dikatakan bermanfaat, karena dapat mengetahui system laporan keuangan Negara lain, sehingga dapat disimpulkan mengenai peningkatan atau penurunan suatu usaha.
3. sebaiknya keputusan diantara manajemen harus dilihat dari kondisi perusahaan, sehingga dapat menentukan pendapat terbaik bagi sutu parusahaan, dan hanya menggunakan 1 laporan keuangan GAAP.
Akuntansi internasional
Chapter 2
1. Bab ini mengidentifikasikan tujuh factor ekonomi, sejarah sosial, dan kelembagaan yang dipercaya mempengaruhi perkembangan akuntansi. Jelaskan bagaimana satu sama lain mempengaruhi praktik akuntansi.
Jawab:
Beberapa dari tujuh variable pertama ini sangat berhubungan. Sebagai contoh, system hukum umum berawal dari Inggris dan kemudian diekspor ke Negara-Negara seperti Australia, Kanada, dan Amerika Serikat. Keempat Negara ini seluruhnya memiliki pasar modal yang sangat maju, yang mendominasi orientasi pelaporan keuangan di Negara-Negara tersebut. Akuntansi keuanagan dan pajak bersifat terpisah. Sebaliknya, kebanayakan Negara-Negara Eropa Kontinental dan Jepang memiliki system hukum kode dan bergantung pada perbankan atau pemerintah untuk memperoleh kebanyakan pendanaan. Aturan akuntansi disana pada umumnya sesuai dengan hukum pajak
2. Mengacu pada tujuh factor dalam pertanyaan 1, urutkan factor-factor tersebut dari yang paling penting dalam kaitannya dengan perkembangan akuntansi, kemudian berikan alasan untuk urutan paling atas dan paling bawah dalam peringkat yang anda susun.
Jawab:
Urutan Faktor- faktor perkembangan akuntansi :
• Sumber Pendanaan
• System Hukum
• Perpajakan
• Ikatan Politik dan Ekonomi
• Inflasi
• Tingkat Perkembangan Ekonomi
• Tingkat Pendidikan
3. Bagaimana nilai-nilai budaya mempengaruhi akuntansi? Apakah terdapat pengaruh yang bersifat pararel antara factor-factor yang disebutkan dalam pertanyaan 1 dan factor budaya yang disebutkan di sini?
Jawab:
Budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variabel budaya mendasari pengaturan kelembagaan di suatu Negara (seperti system hukum). Empat dimensi nilai akuntansi yang mempengaruhi praktik pelaporan keuangan suatu Negara yaitu :
• Profesionalisme versus control wajib: preferensi terhadap pelaksanaan pertimbangan profesionalisme individu dan regulasi sendiri kalangan professional dibandingkan terhadap kepatuhan dengan ketentuan hukum yang telah ditentukan.
• Keseragaman versus fleksibilitas: preferensi terhadap keseragaman dan konsistensi dibandingkan fleksibilitas dalam berekasi terhadap suatu kesadaran tertentu
• Konservatisme versus optimisme: preferensi terhadap ukuran- ukuran laba yang lebih konservatif merupakan hal yang konsisten dengan penghindaran ketidakpastian yang kuat, yang berasal dari perhatian terhadap keamanan dan kebutuhan yang dipersepsikan untuk mengadopsi pendekatan yang hati- hati untuk menangani ketidakpastian peristiwa masa depan.
• Kerahasiaan versus transparansi: preferensi atas kerahasiaan dan pembatasan informasi usaha menurut dasar kebutuhan untuk tahu dibandingkan kesediaan untuk mengungkapkan informasi kepada publik.
4. Apakah perbedaan nasional dalam praktik akuntansi dapat dijelaskan lebih baik oleh factor budaya atau oleh factor ekonomi dan hukum? Mengapa ?
Jawab:
Karena pembedaan yang didasarkan pada system hukum relatif kurang jelas di Negara-Negara di mana standar tidak ditegakkan.
5. Empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi yang dibahas dalam bab ini awalnya dinyatakan pada tahun 1967. Apakah keempat pola tersebut masih berlaku dewasa ini? Mengapa atau mengapa tidak?
Jawab:
Masih berlaku, karena pada dewasa saat ini keempat pendekatan ini merupakan dasar klasifikasi system akuntansi yang masih banyak di gunakan di seluruh dunia.
6. Negara- Negara yang cenderung untuk memiliki praktik pengukuran yang relative konservatif juga cenderung agak merahasiakan pengungkapan, sedangkan Negara- Negara yang cenderung memiliki praktik pengukuran kurang konservatif cenderung untuk melakukan pengungkapan secara transparan. Mengapa hal ini terjadi?
Jawab:
Karena preferensi terhadap kerahasiaan merupakan hal yang konsisten dengan penghindaran ketidakpastiaan yang kuat yang timbul dari kebutuhan untuk membatasi pengungkapan informasi dengan maksud untuk menghindari terjadinya konflik dan kompetisi dan untuk mempertahankan keamanan. Masyarakat dengan jarak keuasaan yang tinggi akan sangat mungkin berkarakter membatasi informasi untuk mempertahankan ketidakpastiaan dalam kekuasaan. Kerahasiaan juga konsosten dengan preferensi atas kolektivisme dengan perhatiannya terhadap hal- hal yang sangat terkait dengan perusahaan dibnadingkan dengan pihak luar. Masyarakat yang lebih menekankan pada kualitas hidup, masyarakat, dan lingkungan akan cenderung untuk lebih terbuka, khususnya informasi yang berkaitan dengan social.
7. Apakah tujuan melakukan klasifikasi system akuntansi?
Jawab:
Klasifikasi merupakan dasar untuk memahami dan menganalisa mengapa dan bagaimana system akuntansi nasional berbeda- beda. Tujuan klasifikasi adalah untuk mengelompokkan system akuntansi keuangan menurut karakteristik khususnya. Klasifikasi mengungkap struktur dasar di mana anggota- anggota kelompok memiliki kesamaan dan yang membedakan kelompok- krlompok yang beraneka ragam satu sama lain. Dengan menenali kesamaan dan perbedaan, pemahaman kita menenai system akuntansi akan lebih baik. Klasifikasi merupakan cara untuk melihat dunia.
8. Apakah perbedaan antara klasifikasi akuntansi berdasarkan pertimbangan dan empiris?
Jawab:
Dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistic untuk memgumpulkan basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh dunia.
9. Apakah model akuntansi utama di dunia? Apakah karakter yang berbeda dari tiap tiap model tersebut?
Jawab:
Akuntansi dan laporan keuangan berbeda-beda diseluruh dunia. Variabel-variabel yang membentuk perkembangan akuntansi sebuah negara, model akuntansi keuangan tertentu yang berkembang karena minat, sejarah atau pilihan, proses menetapkan standar akuntansi keuangan nasional itu sendiri dan konservatisme adalah hal-hal yang menyebabkan perbedaan tersebut.
10. Mengapa bab ini mengakui bahwa banyak perbedaan- perbedaan akuntansi pada tingkat nasional semakin tidak jelas? Apakah anda menyetujuinya ? mengapa ?
Jawab:
. Setuju, karena:
• Artisan perusahaan saat ini mencatatkan sahamnya pada bursa efek di luar Negara asal mereka.
• Beberapa Negara hukum kode, secara khusus Jerman dan Jepang, mengalihkan tanggung jawab pembentukan standar akuntansi dari pemerintah kepada kelompok sector swasta yang professional dan independent.
• Pentingnya pasar saham sebagai sumber pendanaan semakin tumbuh diseluruh dunia.
11. Penulis berpendapat bahwa klasifikasi yang berdasarkan penyajian wajar versus kepatuhan hokum menjelaskan akuntansi pada dunia sekarang ini dengan lebih baik dibandingkan system hokum umum dan hukum kode. Apakah anda setuju? Mengapa?
Jawab:
Karena pembedaan antara penyajian wajar dan kesesuaiana hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi seperti (1) depresiasai dimana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi (penyajian wajar) atau jumlah yang diperbolehkan untuk tujuan pajak (kepatuhan hukum); (2) sewa guna usaha yang memiliki subtansi pembelian aktiva tetap (property) diperlakukan seperti itu (penyajian wajar) atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum); dan (3) pension dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat anda berhenti bekerja (kepatuhan hukum).
12. Bagaimana prospek konvergensi atau harmonisasi system nasional akuntansi dan pelaporan keuangan? Factor-factor apa saja yang berpengaeuh dalam mendorong atau menghambat perubahan tersebut?
Jawab:
Dengan konvergensi IFRS, PSAK akan bersifat principle-based dan memerlukan professional judgment, senantiasa peningkatan kompetensi harus pula dibarengi dengan peningkatan integritas.
Hambatan konvergensi biasanya muncul atas beberapa isu akuntansi dan pelaporan keuangan sebagai berikut:
- Pengakuan dan pengukuran: financial assets and derivative financial instruments, impairment losses, provisions, employee benefit liabilities, income taxes;
- Akuntansi Penggabungan Usaha
- Pengungkapan atas: related party transactions, segment information.
1. Bab ini mengidentifikasikan tujuh factor ekonomi, sejarah sosial, dan kelembagaan yang dipercaya mempengaruhi perkembangan akuntansi. Jelaskan bagaimana satu sama lain mempengaruhi praktik akuntansi.
Jawab:
Beberapa dari tujuh variable pertama ini sangat berhubungan. Sebagai contoh, system hukum umum berawal dari Inggris dan kemudian diekspor ke Negara-Negara seperti Australia, Kanada, dan Amerika Serikat. Keempat Negara ini seluruhnya memiliki pasar modal yang sangat maju, yang mendominasi orientasi pelaporan keuangan di Negara-Negara tersebut. Akuntansi keuanagan dan pajak bersifat terpisah. Sebaliknya, kebanayakan Negara-Negara Eropa Kontinental dan Jepang memiliki system hukum kode dan bergantung pada perbankan atau pemerintah untuk memperoleh kebanyakan pendanaan. Aturan akuntansi disana pada umumnya sesuai dengan hukum pajak
2. Mengacu pada tujuh factor dalam pertanyaan 1, urutkan factor-factor tersebut dari yang paling penting dalam kaitannya dengan perkembangan akuntansi, kemudian berikan alasan untuk urutan paling atas dan paling bawah dalam peringkat yang anda susun.
Jawab:
Urutan Faktor- faktor perkembangan akuntansi :
• Sumber Pendanaan
• System Hukum
• Perpajakan
• Ikatan Politik dan Ekonomi
• Inflasi
• Tingkat Perkembangan Ekonomi
• Tingkat Pendidikan
3. Bagaimana nilai-nilai budaya mempengaruhi akuntansi? Apakah terdapat pengaruh yang bersifat pararel antara factor-factor yang disebutkan dalam pertanyaan 1 dan factor budaya yang disebutkan di sini?
Jawab:
Budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variabel budaya mendasari pengaturan kelembagaan di suatu Negara (seperti system hukum). Empat dimensi nilai akuntansi yang mempengaruhi praktik pelaporan keuangan suatu Negara yaitu :
• Profesionalisme versus control wajib: preferensi terhadap pelaksanaan pertimbangan profesionalisme individu dan regulasi sendiri kalangan professional dibandingkan terhadap kepatuhan dengan ketentuan hukum yang telah ditentukan.
• Keseragaman versus fleksibilitas: preferensi terhadap keseragaman dan konsistensi dibandingkan fleksibilitas dalam berekasi terhadap suatu kesadaran tertentu
• Konservatisme versus optimisme: preferensi terhadap ukuran- ukuran laba yang lebih konservatif merupakan hal yang konsisten dengan penghindaran ketidakpastian yang kuat, yang berasal dari perhatian terhadap keamanan dan kebutuhan yang dipersepsikan untuk mengadopsi pendekatan yang hati- hati untuk menangani ketidakpastian peristiwa masa depan.
• Kerahasiaan versus transparansi: preferensi atas kerahasiaan dan pembatasan informasi usaha menurut dasar kebutuhan untuk tahu dibandingkan kesediaan untuk mengungkapkan informasi kepada publik.
4. Apakah perbedaan nasional dalam praktik akuntansi dapat dijelaskan lebih baik oleh factor budaya atau oleh factor ekonomi dan hukum? Mengapa ?
Jawab:
Karena pembedaan yang didasarkan pada system hukum relatif kurang jelas di Negara-Negara di mana standar tidak ditegakkan.
5. Empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi yang dibahas dalam bab ini awalnya dinyatakan pada tahun 1967. Apakah keempat pola tersebut masih berlaku dewasa ini? Mengapa atau mengapa tidak?
Jawab:
Masih berlaku, karena pada dewasa saat ini keempat pendekatan ini merupakan dasar klasifikasi system akuntansi yang masih banyak di gunakan di seluruh dunia.
6. Negara- Negara yang cenderung untuk memiliki praktik pengukuran yang relative konservatif juga cenderung agak merahasiakan pengungkapan, sedangkan Negara- Negara yang cenderung memiliki praktik pengukuran kurang konservatif cenderung untuk melakukan pengungkapan secara transparan. Mengapa hal ini terjadi?
Jawab:
Karena preferensi terhadap kerahasiaan merupakan hal yang konsisten dengan penghindaran ketidakpastiaan yang kuat yang timbul dari kebutuhan untuk membatasi pengungkapan informasi dengan maksud untuk menghindari terjadinya konflik dan kompetisi dan untuk mempertahankan keamanan. Masyarakat dengan jarak keuasaan yang tinggi akan sangat mungkin berkarakter membatasi informasi untuk mempertahankan ketidakpastiaan dalam kekuasaan. Kerahasiaan juga konsosten dengan preferensi atas kolektivisme dengan perhatiannya terhadap hal- hal yang sangat terkait dengan perusahaan dibnadingkan dengan pihak luar. Masyarakat yang lebih menekankan pada kualitas hidup, masyarakat, dan lingkungan akan cenderung untuk lebih terbuka, khususnya informasi yang berkaitan dengan social.
7. Apakah tujuan melakukan klasifikasi system akuntansi?
Jawab:
Klasifikasi merupakan dasar untuk memahami dan menganalisa mengapa dan bagaimana system akuntansi nasional berbeda- beda. Tujuan klasifikasi adalah untuk mengelompokkan system akuntansi keuangan menurut karakteristik khususnya. Klasifikasi mengungkap struktur dasar di mana anggota- anggota kelompok memiliki kesamaan dan yang membedakan kelompok- krlompok yang beraneka ragam satu sama lain. Dengan menenali kesamaan dan perbedaan, pemahaman kita menenai system akuntansi akan lebih baik. Klasifikasi merupakan cara untuk melihat dunia.
8. Apakah perbedaan antara klasifikasi akuntansi berdasarkan pertimbangan dan empiris?
Jawab:
Dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistic untuk memgumpulkan basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh dunia.
9. Apakah model akuntansi utama di dunia? Apakah karakter yang berbeda dari tiap tiap model tersebut?
Jawab:
Akuntansi dan laporan keuangan berbeda-beda diseluruh dunia. Variabel-variabel yang membentuk perkembangan akuntansi sebuah negara, model akuntansi keuangan tertentu yang berkembang karena minat, sejarah atau pilihan, proses menetapkan standar akuntansi keuangan nasional itu sendiri dan konservatisme adalah hal-hal yang menyebabkan perbedaan tersebut.
10. Mengapa bab ini mengakui bahwa banyak perbedaan- perbedaan akuntansi pada tingkat nasional semakin tidak jelas? Apakah anda menyetujuinya ? mengapa ?
Jawab:
. Setuju, karena:
• Artisan perusahaan saat ini mencatatkan sahamnya pada bursa efek di luar Negara asal mereka.
• Beberapa Negara hukum kode, secara khusus Jerman dan Jepang, mengalihkan tanggung jawab pembentukan standar akuntansi dari pemerintah kepada kelompok sector swasta yang professional dan independent.
• Pentingnya pasar saham sebagai sumber pendanaan semakin tumbuh diseluruh dunia.
11. Penulis berpendapat bahwa klasifikasi yang berdasarkan penyajian wajar versus kepatuhan hokum menjelaskan akuntansi pada dunia sekarang ini dengan lebih baik dibandingkan system hokum umum dan hukum kode. Apakah anda setuju? Mengapa?
Jawab:
Karena pembedaan antara penyajian wajar dan kesesuaiana hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi seperti (1) depresiasai dimana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi (penyajian wajar) atau jumlah yang diperbolehkan untuk tujuan pajak (kepatuhan hukum); (2) sewa guna usaha yang memiliki subtansi pembelian aktiva tetap (property) diperlakukan seperti itu (penyajian wajar) atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum); dan (3) pension dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat anda berhenti bekerja (kepatuhan hukum).
12. Bagaimana prospek konvergensi atau harmonisasi system nasional akuntansi dan pelaporan keuangan? Factor-factor apa saja yang berpengaeuh dalam mendorong atau menghambat perubahan tersebut?
Jawab:
Dengan konvergensi IFRS, PSAK akan bersifat principle-based dan memerlukan professional judgment, senantiasa peningkatan kompetensi harus pula dibarengi dengan peningkatan integritas.
Hambatan konvergensi biasanya muncul atas beberapa isu akuntansi dan pelaporan keuangan sebagai berikut:
- Pengakuan dan pengukuran: financial assets and derivative financial instruments, impairment losses, provisions, employee benefit liabilities, income taxes;
- Akuntansi Penggabungan Usaha
- Pengungkapan atas: related party transactions, segment information.
Akuntansi internasional chapter 1
2. Dalam lingkup perdagangan Internasional yang bersumber dari berbgai Negara yang ada di dunia baik itu ekspor, impor maupun perusahaan cabang di luar negeri membutuhkan suatu alat komunikasi yang dapat dibaca ataupun dipahami oleh seluruh dunia. Oleh karena itu, dipakailah alat komunikasi untuk seluruh dunia yaitu bahasa Inggris yang biasa dikenal bahasa internasional. Bahasa inggris merupakan bahasa Internasional yang dipakai oleh perusahaan yang bergerak dalam lingkup multinasional. Penggunaan bahasa inggris digunakan karena ada silsilah history dimasa lampau yang kuat dimana bangsa inggris adalah bangsa yang pernah menjajah negara-negara di dunia ini paling banyak sehingga negara ini disegani oleh negara-negara lain dimasa dahulu. Oleh sebab itu digunakanlah bahasa Inggris sebagai bahasa internasional yang dikenal oleh semua Negara.
3. Pengertian pasar modal dijelaskan lebih spesifik sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan Efek Internasional, perusahaan publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek internasional.
Jenis Instrumen Lainnya di Pasar Modal
Waran adalah efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegangnya untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga dan jangka waktu tertentu.
Sertifikat danareksa adalah surat berharga yang diterbitkan oleh PT Danareksa (Persero) untuk mewakili efek/surat berharga yang dibeli oleh PT Danareksa sebagai jaminannya.
Right merupakan produk derivative (turunan) dari saham yang berupa surat berharga yang memberikan hak bagi pemodal untuk membeli saham baru yang dikeluarkan emiten pada harga tertentu dan pada waktu yang telah ditetapkan.
Opsi merupakan produk derivatif dari saham yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk menjual atau membeli sejumlah aset finansial tertentu pada harga dan jangaka waktu tertentu.
Seberapa penting Pasar Modal?
Pasar modal memberikan peran besar bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal memberikan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Pasar modal dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena pasar modal menyediakan fasilitas atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer). Dengan adanya pasar modal maka perusahaan publik dapat memperoleh dana segar masyarakat melalui penjualan Efek saham melalui prosedur IPO atau efek utang (obligasi). Pasar modal dikatakan memiliki fungsi keuangan, karena pasar modal memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih. Jadi diharapkan dengan adanya pasar modal aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal merupakan alternatif pendanaan bagi perusahaan-perusahaan untuk dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan pada akhirnya memberikan kemakmuran bagi masyarakat yang lebih luas.
4. Tiga tren
a. PERTUMBUHAN DAN PENYEBARAN OPERASI MULTINASIONAL
Tren ekspor dan impor saat ini.Isu akuntansi utama yang berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor adalah akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing. Sebagai contoh, misalkan Solvay melakukan ekspor sejumlah obal-obatan kepada sebuah importir Brasil dan mengirimkan tagihan dalam mala uang seal Brasil. Seandainya nital real mengalami penurunan relatif terhadap euro sebelum dilakukannya pembayaran, Solvay akan mengalami kerugian dalam mata uang asing karena real akan menghasilkan euro yang tehib keelt poch soit konyersi setelah devaluasi dibandingkan sebelum devaluasi. kerugian transaksi tidak langsung seperti itu. Saat ini bisnis internasional semakin berhubungan dengan inyestasi asing langsung, yang meliputi sistem manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya. Jika terlihat jelas adanya bias dari negara maju terhadap investasi asing langsung, meledaknya arus investasi asing langsung ke negara-negara berkembang sejak awal tahun 1990-an menunjukkan bahwa MNC semakin menyadari bahwa negara-negara tuan rumah ini.
b. MERGER DAN AKU1SISI LINTAS BATAS
Seiring dengan berlanjutnya tren global atas konsolidasi industri, serta mengenai merger dan akuisisi internasional praktis merupakan kenyataan sehari-hari. Apabila merger umumnya diringkas dengan istilah sinergi operasi atau skala ekonomi, akuntansi memainkan peranan yang penting dalam mega konsolidasi ini karena angka-angka yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaian perusahaan. Perbedaan aturan pengukuran nasional dapat memperumit proses penilaian perusahaan.
c. INOVASI KEUANGAN
Manajemen risiko telah menjadi istilah yang populer dalam lingkungan perusahaan dan manajemen. Alasannya tidaklah sulit dicari. Dengan deregulasi pasar keuangan dan pengendalian modal yang terus dilakukan, volatilitas dalam harga komoditas, valuta asing, kredit menjadi hal yang biasa dewasa ini. Berdasarkan kondisi dunia saat ini, manajer keuangan perlu menyadari risiko yang mereka hadapi yang berasal dan volatilitas tersebut, risiko manakah yang perlu dilindungi dan mengevaluasi hasil strategi manajemen risiko yang dijalankan. Pada saat yang bersamaan, kemajuan dalam teknologi keuangan memungkinkan pergeseran risiko keuangan kepada pundak orang lain. Meski demikian, untuk mengukur risiko antar pihak tidak dapat dialihkan dan sekarang berada pada pundak sekelompok besar pelaku pasar, yang banyak di antaranya mungkin berada ribuan mil jauhnya. Tampak jelas adanya ketergantungan yang ditimbulkan terhadap praktik pelaporan internasional dan kebingungan yang timbul dari perbedaan pengukuran produk risiko keuangan. Mereka yang memiliki keahlian manajemen risiko sangat dihargai oleh pasar.
5. Akuntansi International semakin penting, dikarenakan beberapa factor-faktor. Faktor–faktor ini tumbuh dari pengurangan yang signifikan & iterus menerus menghambat perdagangan serta pengendalian modal secara nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalam teknologi informasi
6. Keuntungan :
>> Pengukuran = memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas operasi suatu perusahaan dan kekuatan posisi keuangannya.
>> Pengungkapan = pengguna mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari proses pengukuran
>> Auditing = memastikan kendala proses pengukuran dan pengungkapan informasi berdasarkan standar akuntansi yang berlaku secara umum.
Kelemahan :
>> Pengukuran = kesalahan dalam mengindentifikasian, menggolongkan dan menghitung aktivitas ekonomi atau transaksi akan menghasilkan masukan yang salah mengenai profitabiltas dan posisi keuangan.
>> Memerlukan pemahaman yang mendalam untuk mengidentifikasi, mengelompokan dan menghitung aktivitas ekonomi, mengingat jumlah akuntansi dapat berubah secara signifikan sesuai dengan prinsip-prinsip yang mengaturnya.
7.
- Memperluas pangsa pasar
- Mencari keuntungan
- Bertujuan untuk menguasai pasar dibidang teknik (engineering) dengan teknologi tinggi.
- Service & going concern
8. Negara Maju: Merupakan Negara yang sebagian besar dapat berdiri dengan kuat pada perekonomian negaranya. Dimana mempunyai infrastruktur yang maju. Dalam perdaganagan mempunyai wilayah pasar ekuitas pasar yang besar. Negara maju lebih banyak mempengaruhi dunia dengan perluasan ekonomi yang cukup besar. Lebih didominasi oleh Negara amerika dan eropa.
Negara Berkembang : Negara-negara berkembang menjamur disekitar wilayah asia-pasifik. Pada umumnya negar-negara ini sedang mengalami pertumbuhan dan pembangunan yang fenomenal. Dengan pertumbuhan yang pesat, pasar ekuitas negar-negara berkembang ini banyak menarik para investor untuk bermain didalamnya. Secara tidak langsung, beberapa pasar yang ada dinegara berkembang (cina,India, korea,dll) Telah tumbuh dengan cepat dan mengalami volume perdagangan yang cukup besar terhadap Kapitalisasi pasar. Banyak pula yang memprediksi bahwa Negara-negara di asis akan menjadi wilayah pasar ekuitas terpenting.
Bursa efek di negara berkembang : Asia-Pasifik , Afrika dan Timur tengah
Karakteristik : Jika dilihat dari tampilan dari 1-3. Distribusi penjualan solvai sama- sama sebagai produsen obat-obatan, bahan kimia dan plastik.
9. ** Pengaruhnya
Jika lembaga keuangan milik Negara melempar sebagian kepemilikannya ke pasar modal, maka itu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor asing. Bias dibilang ketika para investor tersebut datang, maka akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pasar modal.
** Sistem akuntansinya
Jika memang terjadi privatisasi, maka itu akan memberikan dampak terhadap perusahaan. Sudah pasti system akuntansi yang dianut perusahaan tersebut harus memakai system akuntansi yang sesuai dengan standar system akuntansi internasional. Mengapa demikian? Agar setiap laporan yang dihasilkan oleh system akuntansi tersebut sesuai dengan standar yang berlaku di luar sana. Jika memang telah sesuai, bukan tidak mungkin jika nantinya pasar investor asing menjadi tertarik untuk mengucurkan dana yang dimilikinya.
10. Dinegara Cina dan Taiwan produksi barang-barang local sangat berkembang baik dalam hal pangan, teknologi dan produksi-produksi lain, Serta produksi barang-barangnya sebagai pengekspor terbesar. Oleh sebab itu Negara-negara lain yang ingin masuk ke dalam Negara Cina dan Taiwan akan sangat susah bersaing dengan produksi local dengan begitu adanya pertumbuhan yang cepat dan volume perdagangan yang relative besar terhadap kapitalisasi pasar.
11. Baik. Akuntansi tetap merupakan masalah dengan standart dan praktek Nasional melekat sangat erat dengan hukum nasional dan aturan Profesional. Hanya terdapat sedikit pemahaman atau ketentuan sejenis dengan Negara lain. Akuntansi melayani manusia dan organissasi yang lingkup keputusannya semakin International.
12. Menurut pendapat kami, argument tersebut berdasar karena adanya hubungan wajar timbal-balik yang menjadi karakter hubungan perusahaan dengan pemasok, perantara, dan pelanggan. Mereka digantikan dengan hubungan kerja sama global dengan pemasok, pemasok dari pemasok, perantara, pelanggan, dan pelanggan dari pelanggan.
Akibatnya pemasok yang ada di dalam tidak dapat survive dan going concern. Selain itu, pembelian dari pemasok yang berlokasi diluar negeri menyebabkan harga pokok penjualan yang tinggi, karena tingginya harga beli.
3. Pengertian pasar modal dijelaskan lebih spesifik sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan Efek Internasional, perusahaan publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek internasional.
Jenis Instrumen Lainnya di Pasar Modal
Waran adalah efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegangnya untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga dan jangka waktu tertentu.
Sertifikat danareksa adalah surat berharga yang diterbitkan oleh PT Danareksa (Persero) untuk mewakili efek/surat berharga yang dibeli oleh PT Danareksa sebagai jaminannya.
Right merupakan produk derivative (turunan) dari saham yang berupa surat berharga yang memberikan hak bagi pemodal untuk membeli saham baru yang dikeluarkan emiten pada harga tertentu dan pada waktu yang telah ditetapkan.
Opsi merupakan produk derivatif dari saham yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk menjual atau membeli sejumlah aset finansial tertentu pada harga dan jangaka waktu tertentu.
Seberapa penting Pasar Modal?
Pasar modal memberikan peran besar bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal memberikan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Pasar modal dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena pasar modal menyediakan fasilitas atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer). Dengan adanya pasar modal maka perusahaan publik dapat memperoleh dana segar masyarakat melalui penjualan Efek saham melalui prosedur IPO atau efek utang (obligasi). Pasar modal dikatakan memiliki fungsi keuangan, karena pasar modal memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih. Jadi diharapkan dengan adanya pasar modal aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal merupakan alternatif pendanaan bagi perusahaan-perusahaan untuk dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan pada akhirnya memberikan kemakmuran bagi masyarakat yang lebih luas.
4. Tiga tren
a. PERTUMBUHAN DAN PENYEBARAN OPERASI MULTINASIONAL
Tren ekspor dan impor saat ini.Isu akuntansi utama yang berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor adalah akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing. Sebagai contoh, misalkan Solvay melakukan ekspor sejumlah obal-obatan kepada sebuah importir Brasil dan mengirimkan tagihan dalam mala uang seal Brasil. Seandainya nital real mengalami penurunan relatif terhadap euro sebelum dilakukannya pembayaran, Solvay akan mengalami kerugian dalam mata uang asing karena real akan menghasilkan euro yang tehib keelt poch soit konyersi setelah devaluasi dibandingkan sebelum devaluasi. kerugian transaksi tidak langsung seperti itu. Saat ini bisnis internasional semakin berhubungan dengan inyestasi asing langsung, yang meliputi sistem manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya. Jika terlihat jelas adanya bias dari negara maju terhadap investasi asing langsung, meledaknya arus investasi asing langsung ke negara-negara berkembang sejak awal tahun 1990-an menunjukkan bahwa MNC semakin menyadari bahwa negara-negara tuan rumah ini.
b. MERGER DAN AKU1SISI LINTAS BATAS
Seiring dengan berlanjutnya tren global atas konsolidasi industri, serta mengenai merger dan akuisisi internasional praktis merupakan kenyataan sehari-hari. Apabila merger umumnya diringkas dengan istilah sinergi operasi atau skala ekonomi, akuntansi memainkan peranan yang penting dalam mega konsolidasi ini karena angka-angka yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaian perusahaan. Perbedaan aturan pengukuran nasional dapat memperumit proses penilaian perusahaan.
c. INOVASI KEUANGAN
Manajemen risiko telah menjadi istilah yang populer dalam lingkungan perusahaan dan manajemen. Alasannya tidaklah sulit dicari. Dengan deregulasi pasar keuangan dan pengendalian modal yang terus dilakukan, volatilitas dalam harga komoditas, valuta asing, kredit menjadi hal yang biasa dewasa ini. Berdasarkan kondisi dunia saat ini, manajer keuangan perlu menyadari risiko yang mereka hadapi yang berasal dan volatilitas tersebut, risiko manakah yang perlu dilindungi dan mengevaluasi hasil strategi manajemen risiko yang dijalankan. Pada saat yang bersamaan, kemajuan dalam teknologi keuangan memungkinkan pergeseran risiko keuangan kepada pundak orang lain. Meski demikian, untuk mengukur risiko antar pihak tidak dapat dialihkan dan sekarang berada pada pundak sekelompok besar pelaku pasar, yang banyak di antaranya mungkin berada ribuan mil jauhnya. Tampak jelas adanya ketergantungan yang ditimbulkan terhadap praktik pelaporan internasional dan kebingungan yang timbul dari perbedaan pengukuran produk risiko keuangan. Mereka yang memiliki keahlian manajemen risiko sangat dihargai oleh pasar.
5. Akuntansi International semakin penting, dikarenakan beberapa factor-faktor. Faktor–faktor ini tumbuh dari pengurangan yang signifikan & iterus menerus menghambat perdagangan serta pengendalian modal secara nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalam teknologi informasi
6. Keuntungan :
>> Pengukuran = memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas operasi suatu perusahaan dan kekuatan posisi keuangannya.
>> Pengungkapan = pengguna mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari proses pengukuran
>> Auditing = memastikan kendala proses pengukuran dan pengungkapan informasi berdasarkan standar akuntansi yang berlaku secara umum.
Kelemahan :
>> Pengukuran = kesalahan dalam mengindentifikasian, menggolongkan dan menghitung aktivitas ekonomi atau transaksi akan menghasilkan masukan yang salah mengenai profitabiltas dan posisi keuangan.
>> Memerlukan pemahaman yang mendalam untuk mengidentifikasi, mengelompokan dan menghitung aktivitas ekonomi, mengingat jumlah akuntansi dapat berubah secara signifikan sesuai dengan prinsip-prinsip yang mengaturnya.
7.
- Memperluas pangsa pasar
- Mencari keuntungan
- Bertujuan untuk menguasai pasar dibidang teknik (engineering) dengan teknologi tinggi.
- Service & going concern
8. Negara Maju: Merupakan Negara yang sebagian besar dapat berdiri dengan kuat pada perekonomian negaranya. Dimana mempunyai infrastruktur yang maju. Dalam perdaganagan mempunyai wilayah pasar ekuitas pasar yang besar. Negara maju lebih banyak mempengaruhi dunia dengan perluasan ekonomi yang cukup besar. Lebih didominasi oleh Negara amerika dan eropa.
Negara Berkembang : Negara-negara berkembang menjamur disekitar wilayah asia-pasifik. Pada umumnya negar-negara ini sedang mengalami pertumbuhan dan pembangunan yang fenomenal. Dengan pertumbuhan yang pesat, pasar ekuitas negar-negara berkembang ini banyak menarik para investor untuk bermain didalamnya. Secara tidak langsung, beberapa pasar yang ada dinegara berkembang (cina,India, korea,dll) Telah tumbuh dengan cepat dan mengalami volume perdagangan yang cukup besar terhadap Kapitalisasi pasar. Banyak pula yang memprediksi bahwa Negara-negara di asis akan menjadi wilayah pasar ekuitas terpenting.
Bursa efek di negara berkembang : Asia-Pasifik , Afrika dan Timur tengah
Karakteristik : Jika dilihat dari tampilan dari 1-3. Distribusi penjualan solvai sama- sama sebagai produsen obat-obatan, bahan kimia dan plastik.
9. ** Pengaruhnya
Jika lembaga keuangan milik Negara melempar sebagian kepemilikannya ke pasar modal, maka itu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor asing. Bias dibilang ketika para investor tersebut datang, maka akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pasar modal.
** Sistem akuntansinya
Jika memang terjadi privatisasi, maka itu akan memberikan dampak terhadap perusahaan. Sudah pasti system akuntansi yang dianut perusahaan tersebut harus memakai system akuntansi yang sesuai dengan standar system akuntansi internasional. Mengapa demikian? Agar setiap laporan yang dihasilkan oleh system akuntansi tersebut sesuai dengan standar yang berlaku di luar sana. Jika memang telah sesuai, bukan tidak mungkin jika nantinya pasar investor asing menjadi tertarik untuk mengucurkan dana yang dimilikinya.
10. Dinegara Cina dan Taiwan produksi barang-barang local sangat berkembang baik dalam hal pangan, teknologi dan produksi-produksi lain, Serta produksi barang-barangnya sebagai pengekspor terbesar. Oleh sebab itu Negara-negara lain yang ingin masuk ke dalam Negara Cina dan Taiwan akan sangat susah bersaing dengan produksi local dengan begitu adanya pertumbuhan yang cepat dan volume perdagangan yang relative besar terhadap kapitalisasi pasar.
11. Baik. Akuntansi tetap merupakan masalah dengan standart dan praktek Nasional melekat sangat erat dengan hukum nasional dan aturan Profesional. Hanya terdapat sedikit pemahaman atau ketentuan sejenis dengan Negara lain. Akuntansi melayani manusia dan organissasi yang lingkup keputusannya semakin International.
12. Menurut pendapat kami, argument tersebut berdasar karena adanya hubungan wajar timbal-balik yang menjadi karakter hubungan perusahaan dengan pemasok, perantara, dan pelanggan. Mereka digantikan dengan hubungan kerja sama global dengan pemasok, pemasok dari pemasok, perantara, pelanggan, dan pelanggan dari pelanggan.
Akibatnya pemasok yang ada di dalam tidak dapat survive dan going concern. Selain itu, pembelian dari pemasok yang berlokasi diluar negeri menyebabkan harga pokok penjualan yang tinggi, karena tingginya harga beli.
Akuntansi internasional
Chapter 7 Akuntansi Internasional
1. Perbedaan pengukuran dan pengungkapan akuntansi.
Jawaban :
Dalam pengungkapan mampu menyatakan bahwa pengungkapan merupakan aspek kualitatif dan hanya dapat di nilai oleh para ahli di bidangnya. Sedangkan dalam Pengukuran hanya sebatas informasi murni yang belum di olah menjadi informasi yang siap di gunakan. jadi pengungkapan menjadi lebih penting, karena tanpa pengungkapan informasi menjadi tidak akan berguna.
2. Alasan pengungkapan keuangan korporasi sangat penting dalam ekonomi dunia yang kompetititf.
Jawaban :
Dikarenakan Praktik pengungkapan korporasi mengkaji dan menilai tidak hanya pengaruh-pengaruh dari dalam perusahaan melainkan dari luar perusahaan.
3. Beberapa alasan perusahaan multinasional semakin tanggap dan bertanggungjawab, tidak hanya pada investor melainkan pada pihak lain diluar investor sekalipun diantaranya:
Jawaban :
a. Tidak hanya sebagai penyedia accountability kepada para penyedia modal melainkan juga menjawab keingingn-keinginan material dari masyarakat.
b. Pencitraan pun diperlukan guna menjaga nama baik perusahaan
c. Publikasi dan pembangunan image yang baik dapat menarik minat para calon investor baru.
d. Menganut konsep kepuasan konsumen merupakan going concern bagi perusahaan
4. "perusahaan-perusahaan multinasional memandang tren ke arah meluasnya dan semakin bervariasinya pengungkapan korporasi secara berbeda-beda. Bahaslah sifat dari pandangan-pandangan ini dan sajikan evaluasi anda mengenai keabsahannya.
Jawaban :
Negara-negara kecil cenderung melihat perusahaan-perusahaan multinasional sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan nasional mereka. Serikat-serikat pekerja menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan multinasional mampu "mengimpor" atau "mengekspor" pekerjaan. sifat masyarakat terutama menjadi khawatir karena mereka diberitahu bahwa bahkan standar kehidupan umum pun dalam suatu negara bisa di pengaruhi oleh pengaruh kolektif dari aktivitas-aktivitas bisnis multinasional.
5. "perusahaan-perusahaan luar negeri yang ingin menerbitkan sekuritas dalam bursa domestik seperti bursa-bursa AS harus diwajibkan untuk mengungkapkan tidak kurang dari pengungkapan domestik mereka." Jelaskah apakah anda setuju atau tidak dengan argumen diatas dan dukunglah argumen anda dengan sebuah contoh negara.
Jawaban :
Setuju, karena semakin banyak perusahaan multinasioanal di seluruh dunia yang mendaftarkan sahamnya pada bursa-bursa asing. Yang memotivasi praktik ini adalah sejumlah keuntungan yang dianggap bisa diperoleh dari praktik tersebut. Dengan memasyarakatkan perusahaan kepada lingkungan setempat, listing di luar negeri meningkatkan citra internasional korporasi dan sekaligus memperluas basis-basis pembiayaan dimasa depan. Contohnya : Novo Corporation (bertempat di Denmark), Stonehill dan Dullum mendemonstrasikan bahwa listing di luar negeri bisa mengurangi biaya modal perusahaan secara signifikan, yang sebagian besar diakibatkan oleh adanya disparitas-disparitas dalam basis informasi investor.
6. Laporan keuangan dikatakan memiliki "domisili pelaporan tunggal". Jelaskan apa yang dimaksud dengan pernyataan ini dan implikasi-implikasinya terhadap pelaporan keuangan transnasional.
Jawaban :
Laporan keuangan-domisili tunggal adalah laporan keuangan hanya mencerminkan suatu kumpulan keputusan-keputusan keuangan dan hasil-hasil operasi hanya untuk suatu waktu tertentu, berdasarkan sekeloampok aturan tertentu, dan untuk tujuan tertentu. Ketika keputusan-keputusan bisnis dibuat dalam kondisi ini, keputusan-keputusan tersebut seharusnya juga dilaporkan hanya dalam konteks kondisi yang sama.
7. Apakah terdapat perbedaan antara laporan yang bertujuan khusus dengan laporan keuangan sekunder seperti yang dianjurkan oleh AISG ?
Jawaban :
Laporan sekunder disiapkan secra khusus bagi pembaca-pembaca yang berkepentingan diluar negeri dengan karakteristik
1. Mematuhi standar-standar pelaporan Negara asing yang dituju
2. Laporan keuangan ditranslasikan kedalam valuta asing yang terkait
3. Laporan keuangan akan diterjemahkan kedalam bahasa Negara yang bersangkutan
4. Laporan auditor independen akan diberikan dalam bentuk yang tidak biasa
digunakan dinegara asal perusahaan
Sedangkan laporan yang bertujuan khusus menyajikan laporan keuangan seperti laporan kepada aparat pajak, laporan kepada badan pengawas pemerintah, prospektus untuk penawaran sekuritas, dan laporan untuk kombinasi bisnis.
8. Apa tujuan dari pengungkapan operasi luar negeri dan pedoman formal apa yang ada/berlaku secara internasional berkaitan dengan perkembangan pelaporan ini ?
Jawaban :
Tujuannya adalah untuk membuat pengguna-pengguna laporan keuangan mampu menilai dampak dari operasi-operasi dalam industri-industri yang berbeda dan dalam area-area geografis yang berbeda atas perusahaan secara menyeluruh
Pedomannya adalah :
1. Penjualan atau pendapatan operasi lainnya, dengan dibedakan antara
pendapatan yang didapatkan dari konsumen diluar perusahaan dengan pendapatan
yang didapatkan dari segmen-segmen lain
2. Hasil-hasil operasi per segmen
3. Asset-aset segmen yang dipergunakan, ditunjukkan baik dalam jumlah moneter
ataupun sebagai persentase dari total asset konsolidasi
4. Basis transfer harga antar segmen
9. Sejumlah studi empiris telah menyimpulkan bahwa pengungkapan operasi luar negeri dari perusahaan-perusahaan multinasional yang berbasis di AS dan non-AS masih jauh dari cukup. Apa yang mendasari kesimpulan semacam itu ? dapatkah anda menyarankan suatu kriteriayang mungkin bisa berguna dalam mengembangkan praktik-praktikyang ada dewasa ini ?
Jawaban :
Berdasarkan pengungkapan FAS 14 mewajibkan agar “ beban-beban operasi sebuah perusahaan yang tidak dapat ditelusuri secara langsung ke area-area geografis tertentu harus dialokasikan berdasarkan basis yang layak diantaraa segmen-segmen pelaporan tersebut” jika alokasi bebannya masih bersifat arbiter, obyektivitas dan relevansi hasil-hasil operasi yang diungkapkan akan bervariasi. Entitas pelaporan dengan demikian harus memutuskan apakah perlu (a) memperbaiki dan mengembangkan lagi informasi yang disediakan atau (b) karena ketiadaan solusi teoritis yang benar atau solusi yang efisien dari segi biaya, member sinyal kepada pembaca laporan keuangan mengenai keterbatasan data-data yang disajikan.
Solusi : Sebelum diperoleh pengalaman yang lebih banyak dalam pelaporan operasi luar negeri, alternative terakhir, barangkali ditambah catatan peringatan, sepertinya merupakan jalan yang bijaksana dan logis
10. Jawaban :
Pengungkapan tanggung jawab sosial adalah pengungkapan yang mencakup ukuran-ukuran kinerja non-keuangan. Tujuan dengan melaksanakan tanggung jawab stakeholders yaitu pemegang saham, kreditor, karyawan, pemerintah, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan, yang melebihi dari hanya kepentingan-kepentingan yang mendasar. Pengungkapan ini masih pada tahap perkembangan yang masih sangat awal karena baru belakangan ini ketertarikan akan aspek tanggung jawab sosial dari korporasi semakin meningkat.
11. Nilai tambah didefinisikan sebagai perbedaan antara nilai output perusahaan dan nilai inputnya (bahan baku dan jasa yang didapatkan dari perusahaan-perusahaan lain). Walaupun nilai tambah menyerupai laba bersih karena nilai tambah merupakan suatu flow concept, nilai tambah dimaksudkan sebagai suatu ukuran kinerja untuk kelompok stakeholder yang lebih luas dari hanya investor saja. Sementara laba bersih mencerminkan "potongan kue" yang tersedia bagi pemegang saham setelah semua stakeholder yang lain "makan", nilai tambah mengungkapkan bagaimana sebuah kue secara utuh dipotong-potong kepada berbagai stakeholder dalam perusahaan, sehingga memungkinkan supplier, karyawan, peminjam, pemerintah, pemilik minoritas, dan pemegang saham untuk menilai modal relatif mereka dalam kekayaan periodik yang mereka bantu ciptakan.
12. Dewasa ini, badan-badan pemerintahan di banyak Negara dapat memaksakan manajemen untuk (a) membuat laporan dampak lingkungan sebelum mengesahkan proyek-proyek pembangunan yang diusulkan untuk dilaksanakan, (b) menguji, mengontrol atau membatasi emisi-emisi yang disebabkan oleh aktivitas-aktivitas produksi mereka dan (c) menutup operasi-operasi atau memberlakukan sangsi kepada aktivitas-aktivitas produksi yang tidak patuh pada pedoman-pedoman lingkungan. Namun bekenaan dengan akuntansi, hanya beberapa Negara yang telah membuat peraturan yang menyangkut pengungkapan informasi lingkungan. Apakah ini mengimplikasikan bahwa akuntan tidak memiliki peranan dalam melindungi lingkungan ?
Jawaban :
Memiliki peran tetapi terdapat kendala yaitu tidak adanya definisi yang konkret mengenai langkah-langkah untuk melindungi lingkungan dan bagaimana langkah tersebut dapat dibedakan dengan praktik bisnis normal yang baik. Banyak pihak merasa sulit misalnya untuk memisahkan biaya lingkungan dari biaya-biaya lain terutama dala area pengeluaran investasi. Perbaikan lingkungan dalam banyak kasus merupakan bagian yang integral dari investasi untuk menggantikan atau memperluas kapasitas produksi. Dampak dari estimasi-estimasi biaya lingkungan atas laba juga merupakan suatu intensif untuk menghindari estimasi-estimasi semacam itu, sama halnya dengan tidak adanya pengakuan pajak penghasilan bagi accrued expenses.
1. Perbedaan pengukuran dan pengungkapan akuntansi.
Jawaban :
Dalam pengungkapan mampu menyatakan bahwa pengungkapan merupakan aspek kualitatif dan hanya dapat di nilai oleh para ahli di bidangnya. Sedangkan dalam Pengukuran hanya sebatas informasi murni yang belum di olah menjadi informasi yang siap di gunakan. jadi pengungkapan menjadi lebih penting, karena tanpa pengungkapan informasi menjadi tidak akan berguna.
2. Alasan pengungkapan keuangan korporasi sangat penting dalam ekonomi dunia yang kompetititf.
Jawaban :
Dikarenakan Praktik pengungkapan korporasi mengkaji dan menilai tidak hanya pengaruh-pengaruh dari dalam perusahaan melainkan dari luar perusahaan.
3. Beberapa alasan perusahaan multinasional semakin tanggap dan bertanggungjawab, tidak hanya pada investor melainkan pada pihak lain diluar investor sekalipun diantaranya:
Jawaban :
a. Tidak hanya sebagai penyedia accountability kepada para penyedia modal melainkan juga menjawab keingingn-keinginan material dari masyarakat.
b. Pencitraan pun diperlukan guna menjaga nama baik perusahaan
c. Publikasi dan pembangunan image yang baik dapat menarik minat para calon investor baru.
d. Menganut konsep kepuasan konsumen merupakan going concern bagi perusahaan
4. "perusahaan-perusahaan multinasional memandang tren ke arah meluasnya dan semakin bervariasinya pengungkapan korporasi secara berbeda-beda. Bahaslah sifat dari pandangan-pandangan ini dan sajikan evaluasi anda mengenai keabsahannya.
Jawaban :
Negara-negara kecil cenderung melihat perusahaan-perusahaan multinasional sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan nasional mereka. Serikat-serikat pekerja menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan multinasional mampu "mengimpor" atau "mengekspor" pekerjaan. sifat masyarakat terutama menjadi khawatir karena mereka diberitahu bahwa bahkan standar kehidupan umum pun dalam suatu negara bisa di pengaruhi oleh pengaruh kolektif dari aktivitas-aktivitas bisnis multinasional.
5. "perusahaan-perusahaan luar negeri yang ingin menerbitkan sekuritas dalam bursa domestik seperti bursa-bursa AS harus diwajibkan untuk mengungkapkan tidak kurang dari pengungkapan domestik mereka." Jelaskah apakah anda setuju atau tidak dengan argumen diatas dan dukunglah argumen anda dengan sebuah contoh negara.
Jawaban :
Setuju, karena semakin banyak perusahaan multinasioanal di seluruh dunia yang mendaftarkan sahamnya pada bursa-bursa asing. Yang memotivasi praktik ini adalah sejumlah keuntungan yang dianggap bisa diperoleh dari praktik tersebut. Dengan memasyarakatkan perusahaan kepada lingkungan setempat, listing di luar negeri meningkatkan citra internasional korporasi dan sekaligus memperluas basis-basis pembiayaan dimasa depan. Contohnya : Novo Corporation (bertempat di Denmark), Stonehill dan Dullum mendemonstrasikan bahwa listing di luar negeri bisa mengurangi biaya modal perusahaan secara signifikan, yang sebagian besar diakibatkan oleh adanya disparitas-disparitas dalam basis informasi investor.
6. Laporan keuangan dikatakan memiliki "domisili pelaporan tunggal". Jelaskan apa yang dimaksud dengan pernyataan ini dan implikasi-implikasinya terhadap pelaporan keuangan transnasional.
Jawaban :
Laporan keuangan-domisili tunggal adalah laporan keuangan hanya mencerminkan suatu kumpulan keputusan-keputusan keuangan dan hasil-hasil operasi hanya untuk suatu waktu tertentu, berdasarkan sekeloampok aturan tertentu, dan untuk tujuan tertentu. Ketika keputusan-keputusan bisnis dibuat dalam kondisi ini, keputusan-keputusan tersebut seharusnya juga dilaporkan hanya dalam konteks kondisi yang sama.
7. Apakah terdapat perbedaan antara laporan yang bertujuan khusus dengan laporan keuangan sekunder seperti yang dianjurkan oleh AISG ?
Jawaban :
Laporan sekunder disiapkan secra khusus bagi pembaca-pembaca yang berkepentingan diluar negeri dengan karakteristik
1. Mematuhi standar-standar pelaporan Negara asing yang dituju
2. Laporan keuangan ditranslasikan kedalam valuta asing yang terkait
3. Laporan keuangan akan diterjemahkan kedalam bahasa Negara yang bersangkutan
4. Laporan auditor independen akan diberikan dalam bentuk yang tidak biasa
digunakan dinegara asal perusahaan
Sedangkan laporan yang bertujuan khusus menyajikan laporan keuangan seperti laporan kepada aparat pajak, laporan kepada badan pengawas pemerintah, prospektus untuk penawaran sekuritas, dan laporan untuk kombinasi bisnis.
8. Apa tujuan dari pengungkapan operasi luar negeri dan pedoman formal apa yang ada/berlaku secara internasional berkaitan dengan perkembangan pelaporan ini ?
Jawaban :
Tujuannya adalah untuk membuat pengguna-pengguna laporan keuangan mampu menilai dampak dari operasi-operasi dalam industri-industri yang berbeda dan dalam area-area geografis yang berbeda atas perusahaan secara menyeluruh
Pedomannya adalah :
1. Penjualan atau pendapatan operasi lainnya, dengan dibedakan antara
pendapatan yang didapatkan dari konsumen diluar perusahaan dengan pendapatan
yang didapatkan dari segmen-segmen lain
2. Hasil-hasil operasi per segmen
3. Asset-aset segmen yang dipergunakan, ditunjukkan baik dalam jumlah moneter
ataupun sebagai persentase dari total asset konsolidasi
4. Basis transfer harga antar segmen
9. Sejumlah studi empiris telah menyimpulkan bahwa pengungkapan operasi luar negeri dari perusahaan-perusahaan multinasional yang berbasis di AS dan non-AS masih jauh dari cukup. Apa yang mendasari kesimpulan semacam itu ? dapatkah anda menyarankan suatu kriteriayang mungkin bisa berguna dalam mengembangkan praktik-praktikyang ada dewasa ini ?
Jawaban :
Berdasarkan pengungkapan FAS 14 mewajibkan agar “ beban-beban operasi sebuah perusahaan yang tidak dapat ditelusuri secara langsung ke area-area geografis tertentu harus dialokasikan berdasarkan basis yang layak diantaraa segmen-segmen pelaporan tersebut” jika alokasi bebannya masih bersifat arbiter, obyektivitas dan relevansi hasil-hasil operasi yang diungkapkan akan bervariasi. Entitas pelaporan dengan demikian harus memutuskan apakah perlu (a) memperbaiki dan mengembangkan lagi informasi yang disediakan atau (b) karena ketiadaan solusi teoritis yang benar atau solusi yang efisien dari segi biaya, member sinyal kepada pembaca laporan keuangan mengenai keterbatasan data-data yang disajikan.
Solusi : Sebelum diperoleh pengalaman yang lebih banyak dalam pelaporan operasi luar negeri, alternative terakhir, barangkali ditambah catatan peringatan, sepertinya merupakan jalan yang bijaksana dan logis
10. Jawaban :
Pengungkapan tanggung jawab sosial adalah pengungkapan yang mencakup ukuran-ukuran kinerja non-keuangan. Tujuan dengan melaksanakan tanggung jawab stakeholders yaitu pemegang saham, kreditor, karyawan, pemerintah, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan, yang melebihi dari hanya kepentingan-kepentingan yang mendasar. Pengungkapan ini masih pada tahap perkembangan yang masih sangat awal karena baru belakangan ini ketertarikan akan aspek tanggung jawab sosial dari korporasi semakin meningkat.
11. Nilai tambah didefinisikan sebagai perbedaan antara nilai output perusahaan dan nilai inputnya (bahan baku dan jasa yang didapatkan dari perusahaan-perusahaan lain). Walaupun nilai tambah menyerupai laba bersih karena nilai tambah merupakan suatu flow concept, nilai tambah dimaksudkan sebagai suatu ukuran kinerja untuk kelompok stakeholder yang lebih luas dari hanya investor saja. Sementara laba bersih mencerminkan "potongan kue" yang tersedia bagi pemegang saham setelah semua stakeholder yang lain "makan", nilai tambah mengungkapkan bagaimana sebuah kue secara utuh dipotong-potong kepada berbagai stakeholder dalam perusahaan, sehingga memungkinkan supplier, karyawan, peminjam, pemerintah, pemilik minoritas, dan pemegang saham untuk menilai modal relatif mereka dalam kekayaan periodik yang mereka bantu ciptakan.
12. Dewasa ini, badan-badan pemerintahan di banyak Negara dapat memaksakan manajemen untuk (a) membuat laporan dampak lingkungan sebelum mengesahkan proyek-proyek pembangunan yang diusulkan untuk dilaksanakan, (b) menguji, mengontrol atau membatasi emisi-emisi yang disebabkan oleh aktivitas-aktivitas produksi mereka dan (c) menutup operasi-operasi atau memberlakukan sangsi kepada aktivitas-aktivitas produksi yang tidak patuh pada pedoman-pedoman lingkungan. Namun bekenaan dengan akuntansi, hanya beberapa Negara yang telah membuat peraturan yang menyangkut pengungkapan informasi lingkungan. Apakah ini mengimplikasikan bahwa akuntan tidak memiliki peranan dalam melindungi lingkungan ?
Jawaban :
Memiliki peran tetapi terdapat kendala yaitu tidak adanya definisi yang konkret mengenai langkah-langkah untuk melindungi lingkungan dan bagaimana langkah tersebut dapat dibedakan dengan praktik bisnis normal yang baik. Banyak pihak merasa sulit misalnya untuk memisahkan biaya lingkungan dari biaya-biaya lain terutama dala area pengeluaran investasi. Perbaikan lingkungan dalam banyak kasus merupakan bagian yang integral dari investasi untuk menggantikan atau memperluas kapasitas produksi. Dampak dari estimasi-estimasi biaya lingkungan atas laba juga merupakan suatu intensif untuk menghindari estimasi-estimasi semacam itu, sama halnya dengan tidak adanya pengakuan pajak penghasilan bagi accrued expenses.
Kamis, 17 Maret 2011
Konvergensi IFRS
Apa itu IFRS???
Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standards (IFRS) adalah Standar dasar, Pengertian dan Kerangka Kerja yang diadaptasi oleh Badan Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards Board (IASB)).
Sejumlah standar yang dibentuk sebagai bagian dari IFRS dikenal dengan nama terdahulu Internasional Accounting Standards (IAS). IAS dikeluarkan antara tahun 1973 dan 2001 oleh Badan Komite Standar Akuntansi Internasional (Internasional Accounting Standards Committee (IASC)). Pada tanggal 1 April 2001, IASB baru mengambil alih tanggung jawab guna menyusun Standar Akuntansi Internasional dari IASC. Selama pertemuan pertamanya, Badan baru ini mengadaptasi IAS dan SIC yang telah ada. IASB terus mengembangkan standar dan menamai standar-standar barunya dengan nama IFRS.
Struktur IFRS
IFRS dianggap sebagai kumpulan standar "dasar prinsip" yang kemudian menetapkan peraturan badan juga mendikte penerapan-penerapan tertentu.
Standar Laporan Keuangan Internasional mencakup:
• Peraturan-peraturan Standar Laporan Keuangan Internasional (Internasional Financial Reporting Standards (IFRS)) dikeluarkan setelah tahun 2001
• Peraturan-peraturan Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards (IAS)) dikeluarkan sebelum tahun 2001
• Interpretasi yang berasal dari Komite Interpretasi Laporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC)) dikelularkan setelah tahun 2001
• Standing Interpretations Committee (SIC) dikeluarkan sebelum tahun 2001
• Kerangka Kerja untuk Persiapan dan Presentasi Laporan Keuangan (1989) (Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements (1989))
Kerangka Kerja IFRS
Kerangka kerja guna Persiapan dan Presentasi Laporan Keuangan untuk menyampaikan prinsip-prinsip dasar IFRS.
Kerangka kerja IASB dan FASB sedang dalam proses pembaharuan dan perangkuman. Proyek Kerangka Konseptual Gabungan (The Joint Conceptual Framework project) bertujuan untuk memperbaharui dan merapikan konsep-konsep yang telah ada guna menggambarkan perubahan di pasar, praktek bisnis dan lingkungan ekonomi yang telah timbul dalam dua dekade atau lebih sejak konsep pertama kali dibentuk.
Tujuan keseluruhan adalah untuk menciptakan dasar guna standar akuntansi di masa mendatang yang berbasis prinsip, konsisten secara internal dan diterima secara internasional. Karena hal tersebut, (dewan) IASB dan FASB Amerika Serikat melaksanakan proyek secara bersama.
Mengapa IFRS itu perlu???
Akuntansi merupakan satu-satunya bahasa bisnis utama di pasar modal. Tanpa standar akuntansi yang baik, pasar modal tidak akan pernah berjalan dengan baik pula karena laporan keuangan merupakan produk utama dalam mekanisme pasar modal. Efektivitas dan ketepatan waktu dari informasi keuangan yang transparan yang dapat dibandingkan dan relevan dibutuhkan oleh semua stakeholder (pekerja, suppliers, customers, institusi penyedia kredit, bahkan pemerintah). Para stakeholder ini bukan sekadar ingin mengetahui informasi keuangan dari satu perusahaan saja, melainkan dari banyak perusahaan (jika bisa, mungkin dari semua perusahaan) dari seluruh belahan dunia untuk diperbandingkan satu dengan lainnya.
Pertanyaannya, bagaimana kebutuhan ini dapat terpenuhi jika perusahaan-perusahaan masih menggunakan bentuk dan prinsip pelaporan keuangan yang berbeda-beda? International Accounting Standards, yang lebih dikenal sebagai International Financial Reporting Standards(IFRS), merupakan standar tunggal pelaporan akuntansi berkualitas tinggi dan kerangka akuntasi berbasiskan prinsip yang meliputi penilaian profesional yang kuat dengan disclosure yang jelas dan transparan mengenai substansi ekonomis transaksi, penjelasan hingga mencapai kesimpulan tertentu, dan akuntansi terkait transaksi tersebut. Dengan demikian, pengguna laporan keuangan dapat dengan mudah membandingkan informasi keuangan entitas antarnegara di berbagai belahan dunia.
Implikasinya, mengadopsi IFRS berarti mengadopsi bahasa pelaporan keuangan global yang akan membuat suatu perusahaan dapat dimengerti oleh pasar global. Suatu perusahaan akan memiliki daya saing yang lebih besar ketika mengadopsi IFRS dalam laporan keuangannya. Tidak mengherankan, banyak perusahaan yang telah mengadopsi IFRS mengalami kemajuan yang signifikan saat memasuki pasar modal global.
Di dunia internasional, IFRS telah diadopsi oleh banyak negara, termasuk negara-negara Uni Eropa, Afrika, Asia, Amerika Latin dan Australia. Di kawasan Asia, Hong Kong, Filipina dan Singapura pun telah mengadopsinya. Sejak 2008, diperkirakan sekitar 80 negara mengharuskan perusahaan yang telah terdaftar dalam bursa efek global menerapkan IFRS dalam mempersiapkan dan mempresentasikan laporan keuangannya.
Dalam konteks Indonesia, konvergensi IFRS dengan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin daya saing nasional. Perubahan tata cara pelaporan keuangan dari Generally Accepted Accounting Principles (GAAP), PSAK, atau lainnya ke IFRS berdampak sangat luas. IFRS akan menjadi kompetensi wajib dan barubagi akuntan publik, penilai (appraiser), akuntan manajemen, regulator dan akuntan pendidik. Mampukah para pekerja accounting menghadapi perubahan yang secara terus-menerus akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar global terhadap informasi keuangan? Bagaimanakah persiapan Indonesia untuk IFRS ini?
Indonesia dalam menghadapi persaingan global
Sejak 2004, profesi akuntan di Indonesia telah melakukan harmonisasi antara PSAK/Indonesian GAAP dan IFRS. Konvergensi IFRS diharapkan akan tercapai pada 2012. Walaupun IFRS masih belum diterapkan secara penuh saat ini, persiapan dan kesiapan untuk menyambutnya akan memberikan daya saing tersendiri untuk entitas bisnis di Indonesia.
Dengan kesiapan adopsi IFRS sebagai standar akuntansi global yang tunggal, perusahaan Indonesia akan siap dan mampu untuk bertransaksi, termasuk merger dan akuisisi (M&A), lintasnegara. Tercatat sejumlah akuisisi lintas negara telah terjadi di Indonesia, misalnya akuisisi Philip Morris terhadap Sampoerna (Mei 2005), akuisisi Khazanah Bank terhadap Bank Lippo dan Bank Niaga (Agustus 2005), ataupun UOB terhadap Buana (Juli 2005). Sebagaimana yang dikatakan Thomas Friedman, “The World is Flat”, aktivitas M&A lintasnegara bukanlah hal yang tidak lazim. Karena IFRS dimaksudkan sebagai standar akuntansi tunggal global, kesiapan industri akuntansi Indonesia untuk mengadopsi IFRS akan menjadi daya saing di tingkat global. Inilah keuntungan dari mengadopsi IFRS.
Bagi pelaku bisnis pada umumnya, pertanyaan dan tantangan tradisionalnya: apakah implementasi IFRS membutuhkan biaya yang besar? Belum apa-apa, beberapa pihak sudah mengeluhkan besarnya investasi di bidang sistem informasi dan teknologi informasi yang harus dipikul perusahaan untuk mengikuti persyaratan yang diharuskan. Jawaban untuk pertanyaan ini adalah jelas, adopsi IFRS membutuhkan biaya, energi dan waktu yang tidak ringan, tetapi biaya untuk tidak mengadopsinya akan jauh lebih signifikan. Komitmen manajemen perusahaan Indonesia untuk mengadopsi IFRS merupakan syarat mutlak untuk meningkatkan daya saing perusahaan Indonesia di masa depan.
Bagaimana proses konvergensi IFRS???
Seperti yang dijelaskan sebelumnyya, IFRS (International Financial Reporting Standard) merupakan pedoman penyusunan laporaan keuangan yang diterima secara global. Sejarah terbentuknya pun cukup panjang dari terbentuknya IASC/ IAFC, IASB, hingga menjadi IFRS seperti sekarang ini. Jika sebuah negara menggunakan IFRS, berarti negara tersebut telah mengadopsi sistem pelaporan keuangan yang berlaku secara global sehingga memungkinkan pasar dunia mengerti tentang laporan keuangan perusahaan di negara tersebut berasal.
Indonesia pun akan mengadopsi IFRS secara penuh pada 2012 nanti, seperti yang dilansir IAI pada peringatan HUT nya yang ke – 51. Dengan mengadopsi penuh IFRS, laporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS.
Adopsi penuh IFRS diharapkan memberikan manfaat :
1. memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan menggunakan SAK yang dikenal secara internasional
2. meningkatkan arus investasi global
3. menurunkan biaya modal melalui pasar modal global dan menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan
Strategi adopsi yang dilakukan untuk konvergensi ada dua macam, yaitu big bang strategy dan gradual strategy. Big bang strategy mengadopsi penuh IFRS sekaligus, tanpa melalui tahapan – tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh negara – negara maju. Sedangkan pada gradual strategy, adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Strategi ini digunakan oleh negara – negara berkembang seperti Indonesia.
PSAK akan dikonvergensikan secara penuh dengan IFRS melalui tiga tahapan, yaitu tahap adopsi, tahap persiapan akhir dan tahap implementasi.
Tahap adopsi dilakukan pada periode 2008-2011 meliputi aktivitas adopsi seluruh IFRS ke PSAK, persiapan infrastruktur, evaluasi terhadap PSAK yang berlaku. Pada 2009 proses adopsi IFRS/ IAS mencakup :
1. IFRS 2 Share-based payment
2. IFRS 3 Business combination
3. IFRS 4 Insurance contracts
4. IFRS 5 Non-current assets held for sale and discontinued operations
5. IFRS 6 Exploration for and evaluation of mineral resources
6. IFRS 7 Financial instruments: disclosures
7. IFRS 8 Segment reporting
8. IAS 1 Presentation of financial statements
9. IAS 8 Accounting policies, changes in accounting estimates
10. IAS 12 Income taxes
11. IAS 21 The effects of changes in foreign exchange rates
12. IAS 26 Accounting and reporting by retirement benefit plans
13. IAS 27 Consolidated and separate financial statements
14. IAS 28 Investments in associates
15. IAS 31 Interests in joint ventures
16. IAS 36 Impairment of assets
17. IAS 37 Provisions, contingent liabilities and contingent assets
18. IAS 38 Intangible assets
Pada 2010 adopsi IFRS/ IAS mencakup :
1. IFRS 7 Statement of Cash Flows
2. IFRS20 Accounting for Government Grants and Disclosure of Government Assistance
3. IFRS24 Related Party Disclosures
4. IFRS29 Financial Reporting in Hyperinflationary Economies
5. IFRS33 Earnings per Share
6. IFRS34 Interim Financial Reporting
7. IFRS41 Agriculture
Sedangkan arah pengembangan konvergensi IFRS meliputi :
1. PSAK yang sama dengan IFRS akan direvisi, atau akan diterbitkan PSAK yang baru
2. PSAK yang tidak diatur dalam IFRS, maka akan dikembangkan
3. PSAK industri khusus akan dihapuskan
4. PSAK turunan dari UU tetap dipertahankan
Pada 2011 tahap persiapan akhir dilakukan dengan menyelesaikan seluruh infrastruktur yang diperlukan. Pada 2012 dilakukan penerapan pertama kali PSAK yang sudah mengadopsi IFRS. Namun, proses konvergensi ini tidak semudah membalikkan telapak tangan karena dampak yang ditimbulkan dari konvergensi ini akan sangat mempengaruhi semua kalangan, baik itu bidang bisnis maupun pendidikan.
Konvergensi SAK menuju IFRS di Indonesia
Pada bulan Desember 2008, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah mencanangkan konvergensi PSAK ke IFRS secara penuh pada tahun 2012. Sejak tahun 2009, Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) melaksanakan program kerja terkait dengan proses konvergensi tersebut sampai dengan tahun 2011.
Ditargetkan bahwa pada tahun 2012, seluruh PSAK tidak memiliki beda material dengan IFRS yang berlaku per 1 Januari 2009. Setelah tahun 2012, PSAK akan di-update secara terus-menerus seiring adanya perubahan pada IFRS. Bukan hanya mengadopsi IFRS yang sudah terbit, DSAK-IAI juga bertekad untuk berperan aktif dalam pengembangan standar akuntansi dunia.
International Financial Reporting Standards (IFRS) memang merupakan kesepakatan global standar akuntansi yang didukung oleh banyak negara dan badan-badan internasional di dunia. Popularitas IFRS di tingkat global semakin meningkat dari waktu ke waktu. Kesepakatan G-20 di Pittsburg pada tanggal 24-25 September 2009, misalnya, menyatakan bahwa otoritas yang mengawasi aturan akuntansi internasional harus meningkatkan standar global pada Juni 2011 untuk mengurangi kesenjangan aturan di antara negara-negara anggota G-20.
Terlepas dari trend pengadopsian IFRS tersebut, adalah suatu keharusan bagi kita untuk mempertanyakan secara kritis, apa sesungguhnya hakikat dari konvergensi. Melalui partisipasi global, IFRS memang diharapkan menjadi standar akuntansi berbasis teori dan prinsip yang memiliki kualitas tinggi. Penerapan standar akuntansi yang sama di seluruh dunia juga akan mengurangi masalah-masalah terkait daya banding (comparability) dalam pelaporan keuangan. Yang paling diuntungkan sudah jelas, investor dan kreditor trans-nasional serta badan-badan internasional.
Tapi apakah konvergensi ke IFRS tidak menimbulkan masalah di tingkat domestik masing-masing negara? Belum lama ini otoritas keuangan dan pasar modal AS memunculkan isu kedaulatan regulasi. Beberapa negara lainnya juga mengkhawatirkan pengaruh IASB yang semakin dominan.
Dalam konteks Indonesia yang memiliki segudang masalah domestik, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan dan masalah-masalah yang perlu dijawab dan diteliti secara cermat. Sebagai contoh, bagaimanakah dampak konvergensi terhadap implementas ACFTA yang efektif per Januari 2010? Bagaimanakah dampaknya terhadap bisnis mikro, kecil, dan menengah? Sejauh manakah regulasi keuangan dan pasar modal akan terpengaruh dengan adanya konvergensi ke IFRS?
Pertanyaan-pertanyaan dan masalah-masalah tersebut tentu saja hanya sebagian. Semakin luas dan dalam kajian dan penelaahan sangat mungkin akan memunculkan pertanyaan dan masalah lainnya.
Hal inilah sepertinya yang mendorong IAI, khususnya DSAK, meminta keterlibatan lebih intensif dari kalangan akademisi dan universitas dalam mengkaji isu-isu terkait IFRS (Berita IAI tanggal 26 Januari 2010). Dalam sebuah seminar yang dilaksanakan di Bandung belum lama ini, Ketua DSAK-IAI menyoroti fakta bahwa belum semua perguruan tinggi di Indonesia memiliki unit gugus tugas (task force), atau lembaga khusus, yang bertugas memantau perkembangan ekonomi dan dinamika penyusunan standar akuntansi dan pelaporan keuangan di kancah internasional
Dampak dari adanya konvergensi IFRS
Dalam rangka menyongsong pemberlakuan Standar Akuntansi Keuangan yang sudah secara penuh menggunakan standar akuntansi internasional (Konvergensi IFRS) pada awal tahun 2012 hendaknya setiap pelaku ekonomi bersiap-siap diri dalam menyambutnya. Hal ini sangat penting mengingat penerapan konvergensi IFRS dimungkinkan sangat berpengaruh pada iklim dunia bisnis di Indonesia.
Disisi lain tujuan konvergensi IFRS adalah agar laporan keuangan berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS dan kalaupun ada diupayakan hanya relatif sedikit sehingga pada akhirnya laporan auditor menyebut kesesuaian dengan IFRS, dengan demikian diharapkan meningkatkan kegiatan investasi secara global, memperkecil biaya modal (cost of capital) serta lebih meningkatkan transparansi perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan.
Dengan konvergensi IFRS, PSAK akan bersifat principle-based dan memerlukan professional judgment, senantiasa peningkatan kompetensi harus pula dibarengi dengan peningkatan integritas. Peta arah (roadmap) program konvergensi IFRS yang dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama tahap adosi (2008 - 2011) yang meliputi Adopsi seluruh IFRS ke PSAK, persiapan infrastruktur yang diperlukan, evaluasi dan kelola dampak adopsi terhadap PSAK yang berlaku. Kedua tahap persiapan akhir (2011) yaitu penyelesaian infrastruktur yang diperlukan. Ketiga yaitu tahap implementasi (2012) yaitu penerapan pertama kali PSAK yang sudah mengadopsi seluruh IFRS dan evaluasi dampak penerapan PSAK secara komprehensif.
Program konvergensi IFRS tentu akan menimbulkan berbagai dampak terhadap bisnis antara lain:
1. Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global.
2. Relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar.
3. Disisi lain, kinerja keuangan (laporan laba rugi) akan lebih fluktuatif apabila harga-harga fluktuatif.
4. Smoothing income menjadi semakin sulit dengan penggunakan balance sheet approach dan fair value.
5. Principle-based standards mungkin menyebabkan keterbandingan laporan keuangan sedikit menurun yakni bila penggunaan professional judgment ditumpangi dengan kepentingan untuk mengatur laba (earning management).
6. Penggunaan off balance sheet semakin terbatas.
SAK Update 2011
Berikut ini merupakan perkembangan Standar Akuntansi keuangan per 1 Januari 2011. SAK ini diperbaharui sesuai perkembangan SAK di Indonesia sebagai dampak program konvergensi IFRS yang sedang dilaksanakan DSAK IAI.
PSAK per Januari 2011 yang Telah Disahkan Tanggal efektif
PSAK 1 ( revisi 2009) Penyajian Laporan Keuangan 01-Jan-11
PSAK 5 (Revisi 2009) Segmen Operasi 01-Jan-11
PSAK 12 (Revisi 2009) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama 01-Jan-11
PSAK 15 (Revisi 2009) Investasi pada Entitas Asosiasi 01-Jan-11
PSAK 25 (Revisi 2009) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan 01-Jan-11
PSAK 57 (Revisi 2009) Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi 01-Jan-11
PSAK 58 (Revisi 2009) Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan 01-Jan-11
ISAK 9 Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi, Restorasi, dan Liabilitas Serupa 01-Jan-11
ISAK 10 Program Loyalitas Pelanggan 01-Jan-11
ISAK 11 Distrubusi Aset Nonkas kepada Pemilik 01-Jan-11
ISAK 12 Pengendalian Bersama Entitas : Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer 01-Jan-11
PPSAK 2 Pencabutan PSAK 41: Akuntansi Waran dan PSAK 43 Akuntansi Anjak Piutang 01-Jan-10
PPSAK 3 Pencabutan PSAK 54: Akuntansi Rekstrukturisasi Utang Piutang Bermasalah 01-Jan-10
PSAK 2 (revisi 2009) Laporan Arus Kas 01-Jan-11
PSAK 4 (revisi 2009) Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri 01-Jan-11
ISAK 7 Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus 01-Jan-11
PPSAK 4 Pencabutan PSAK 31:Akuntansi Perbankan, PSAK 42: Akuntansi Perusahaan Efek, dan PSAK 49: Akuntansi Perusahaan Reksa Dana 01-Jan-10
PPSAK 5 Pencabutan ISAK 06 : Interpretasi atas paragraf 12 dan 16 PSAK 55 (1999) tentang Instrumen Derivatif Melekat pada Kontrak Dalam Mata Uang Asing. 01-Jan-10
PSAK 10 (revisi 2010) Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing 01-Jan-12 Penerapan dini diijinkan
ISAK 13 Lindung Nilai Investasi Neto Kegiatan Usaha Luar Negeri. 01-Jan-12
PSAK 48 (revisi 2009) Penurunan Nilai Aset 01-Jan-11
PSAK 19 (Revisi 2010) Aset Takberwujud 01-Jan-11
PSAK 22(revisi 2010) Kombinasi Bisnis 01-Jan-11
PSAK 23 (revisi 2010) Pendapatan 01-Jan-11
PSAK 7(revisi 2009) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi 01-Jan-12
ISAK 14 Aset Takberwujud-Biaya Situs Web 01-Jan-11
PSAK 3 (revisi 2010) Laporan Keuangan Interim 01-Jan-11
PSAK 18 (revisi 2010) Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya 01-Jan-12
PSAK 24 (revisi 2010): Imbalan Kerja 01-Jan-12
ISAK 15 PSAK 24-Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya 01-Jan-12
ISAK 17 Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai 01-Jan-11
PSAK 60 Instrumen Keuangan:Pengungkapan 01-Jan-12
PSAK 50 (Revisi 2010) Insurumen Keuangan: Penyajian 01-Jan-12
PSAK 8 (Revisi 2010) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan 01-Jan-11
ED PSAK 34 (Revisi 2010) Akuntansi Kontrak Konstruksi 01-Jan-12
PSAK 46 (Revisi 2010) Akuntansi Pajak Penghasilan 01-Jan-12
ISAK 20 Pajak penghasilan - Perubahan Dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham 01-Jan-12
PSAK 61 Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah 01-Jan-12
ISAK 18 Bantuan Pemerintah – Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi 01-Jan-12
PPSAK 8 Pencabutan PSAK 27: Akuntansi Perkoperasian 01-Jan-12
PSAK 53 (Revisi 2010) Pembayaran Berbasis Saham 01-Jan-12
ED PSAK per Januari 2011 Menunggu Masukan Publik Tanggal Efektif
PPSAK 6 Pencabutan PSAK 21: Akuntansi Ekuitas, ISAK 1: Interpretasi atas Paragraf 23 PSAK No. 21 tentang Penentuan Harga Pasar Dividen Saham; ISAK 2 Interpretasi atas Penyajian Piutang pada Pemesan Saham dan ISAK 3 Interpretasi tentang Perlakuan Akuntansi atas Pemberian Sumbangan atau Bantuan. Sejak pengesahan PPSAK ini.
PPSAK 7 Pencabutan PSAK 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat 01-Jan-12
ED ISAK 16 Perjanjian Konsesi Jasa 01-Jan-12
ED PSAK 63 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi 01-Jan-12
ED ISAK 19 Penerapan Pendekatan Penyajian Kembali dalam PSAK 63: Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi 01-Jan-12
ED PSAK 45 (Revisi 2010) Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba 01-Jan-12
ED ISAK 21 Perjanjian Konstruksi Real Estat 01-Jan-12
ED PSAK per 1 Januari 2011 yang akan Public Hearing
Tanggal Efektif
ED PSAK 28 (Revisi 2010) Akuntansi Asuransi Kerugian 01-Jan-12
ED PSAK 36 (Revisi 2010) Akuntansi Asuransi Jiwa 01-Jan-12
ED PSAK 56 (Revisi 2010) Laba per Saham 01-Jan-12
ED PSAK 62 (Revisi 2010) Kontrak Asuransi 01-Jan-12
ED PPSAK 9 Pencabutan PSAK 47: Akuntansi Tanah 01-Jan-12
ED PPSAK 10 Pencabutan PSAK 51: Akuntansi kuasi reorganisasi 01-Jan-12
Diolah dari berbagai sumber : http://acctbuzz.blogspot.com, http://news.okezone.com, www.warsidi.com, www.iaiglobal.or.id, http://id.wikipedia.org/wiki/IFRS
Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standards (IFRS) adalah Standar dasar, Pengertian dan Kerangka Kerja yang diadaptasi oleh Badan Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards Board (IASB)).
Sejumlah standar yang dibentuk sebagai bagian dari IFRS dikenal dengan nama terdahulu Internasional Accounting Standards (IAS). IAS dikeluarkan antara tahun 1973 dan 2001 oleh Badan Komite Standar Akuntansi Internasional (Internasional Accounting Standards Committee (IASC)). Pada tanggal 1 April 2001, IASB baru mengambil alih tanggung jawab guna menyusun Standar Akuntansi Internasional dari IASC. Selama pertemuan pertamanya, Badan baru ini mengadaptasi IAS dan SIC yang telah ada. IASB terus mengembangkan standar dan menamai standar-standar barunya dengan nama IFRS.
Struktur IFRS
IFRS dianggap sebagai kumpulan standar "dasar prinsip" yang kemudian menetapkan peraturan badan juga mendikte penerapan-penerapan tertentu.
Standar Laporan Keuangan Internasional mencakup:
• Peraturan-peraturan Standar Laporan Keuangan Internasional (Internasional Financial Reporting Standards (IFRS)) dikeluarkan setelah tahun 2001
• Peraturan-peraturan Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards (IAS)) dikeluarkan sebelum tahun 2001
• Interpretasi yang berasal dari Komite Interpretasi Laporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC)) dikelularkan setelah tahun 2001
• Standing Interpretations Committee (SIC) dikeluarkan sebelum tahun 2001
• Kerangka Kerja untuk Persiapan dan Presentasi Laporan Keuangan (1989) (Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements (1989))
Kerangka Kerja IFRS
Kerangka kerja guna Persiapan dan Presentasi Laporan Keuangan untuk menyampaikan prinsip-prinsip dasar IFRS.
Kerangka kerja IASB dan FASB sedang dalam proses pembaharuan dan perangkuman. Proyek Kerangka Konseptual Gabungan (The Joint Conceptual Framework project) bertujuan untuk memperbaharui dan merapikan konsep-konsep yang telah ada guna menggambarkan perubahan di pasar, praktek bisnis dan lingkungan ekonomi yang telah timbul dalam dua dekade atau lebih sejak konsep pertama kali dibentuk.
Tujuan keseluruhan adalah untuk menciptakan dasar guna standar akuntansi di masa mendatang yang berbasis prinsip, konsisten secara internal dan diterima secara internasional. Karena hal tersebut, (dewan) IASB dan FASB Amerika Serikat melaksanakan proyek secara bersama.
Mengapa IFRS itu perlu???
Akuntansi merupakan satu-satunya bahasa bisnis utama di pasar modal. Tanpa standar akuntansi yang baik, pasar modal tidak akan pernah berjalan dengan baik pula karena laporan keuangan merupakan produk utama dalam mekanisme pasar modal. Efektivitas dan ketepatan waktu dari informasi keuangan yang transparan yang dapat dibandingkan dan relevan dibutuhkan oleh semua stakeholder (pekerja, suppliers, customers, institusi penyedia kredit, bahkan pemerintah). Para stakeholder ini bukan sekadar ingin mengetahui informasi keuangan dari satu perusahaan saja, melainkan dari banyak perusahaan (jika bisa, mungkin dari semua perusahaan) dari seluruh belahan dunia untuk diperbandingkan satu dengan lainnya.
Pertanyaannya, bagaimana kebutuhan ini dapat terpenuhi jika perusahaan-perusahaan masih menggunakan bentuk dan prinsip pelaporan keuangan yang berbeda-beda? International Accounting Standards, yang lebih dikenal sebagai International Financial Reporting Standards(IFRS), merupakan standar tunggal pelaporan akuntansi berkualitas tinggi dan kerangka akuntasi berbasiskan prinsip yang meliputi penilaian profesional yang kuat dengan disclosure yang jelas dan transparan mengenai substansi ekonomis transaksi, penjelasan hingga mencapai kesimpulan tertentu, dan akuntansi terkait transaksi tersebut. Dengan demikian, pengguna laporan keuangan dapat dengan mudah membandingkan informasi keuangan entitas antarnegara di berbagai belahan dunia.
Implikasinya, mengadopsi IFRS berarti mengadopsi bahasa pelaporan keuangan global yang akan membuat suatu perusahaan dapat dimengerti oleh pasar global. Suatu perusahaan akan memiliki daya saing yang lebih besar ketika mengadopsi IFRS dalam laporan keuangannya. Tidak mengherankan, banyak perusahaan yang telah mengadopsi IFRS mengalami kemajuan yang signifikan saat memasuki pasar modal global.
Di dunia internasional, IFRS telah diadopsi oleh banyak negara, termasuk negara-negara Uni Eropa, Afrika, Asia, Amerika Latin dan Australia. Di kawasan Asia, Hong Kong, Filipina dan Singapura pun telah mengadopsinya. Sejak 2008, diperkirakan sekitar 80 negara mengharuskan perusahaan yang telah terdaftar dalam bursa efek global menerapkan IFRS dalam mempersiapkan dan mempresentasikan laporan keuangannya.
Dalam konteks Indonesia, konvergensi IFRS dengan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin daya saing nasional. Perubahan tata cara pelaporan keuangan dari Generally Accepted Accounting Principles (GAAP), PSAK, atau lainnya ke IFRS berdampak sangat luas. IFRS akan menjadi kompetensi wajib dan barubagi akuntan publik, penilai (appraiser), akuntan manajemen, regulator dan akuntan pendidik. Mampukah para pekerja accounting menghadapi perubahan yang secara terus-menerus akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar global terhadap informasi keuangan? Bagaimanakah persiapan Indonesia untuk IFRS ini?
Indonesia dalam menghadapi persaingan global
Sejak 2004, profesi akuntan di Indonesia telah melakukan harmonisasi antara PSAK/Indonesian GAAP dan IFRS. Konvergensi IFRS diharapkan akan tercapai pada 2012. Walaupun IFRS masih belum diterapkan secara penuh saat ini, persiapan dan kesiapan untuk menyambutnya akan memberikan daya saing tersendiri untuk entitas bisnis di Indonesia.
Dengan kesiapan adopsi IFRS sebagai standar akuntansi global yang tunggal, perusahaan Indonesia akan siap dan mampu untuk bertransaksi, termasuk merger dan akuisisi (M&A), lintasnegara. Tercatat sejumlah akuisisi lintas negara telah terjadi di Indonesia, misalnya akuisisi Philip Morris terhadap Sampoerna (Mei 2005), akuisisi Khazanah Bank terhadap Bank Lippo dan Bank Niaga (Agustus 2005), ataupun UOB terhadap Buana (Juli 2005). Sebagaimana yang dikatakan Thomas Friedman, “The World is Flat”, aktivitas M&A lintasnegara bukanlah hal yang tidak lazim. Karena IFRS dimaksudkan sebagai standar akuntansi tunggal global, kesiapan industri akuntansi Indonesia untuk mengadopsi IFRS akan menjadi daya saing di tingkat global. Inilah keuntungan dari mengadopsi IFRS.
Bagi pelaku bisnis pada umumnya, pertanyaan dan tantangan tradisionalnya: apakah implementasi IFRS membutuhkan biaya yang besar? Belum apa-apa, beberapa pihak sudah mengeluhkan besarnya investasi di bidang sistem informasi dan teknologi informasi yang harus dipikul perusahaan untuk mengikuti persyaratan yang diharuskan. Jawaban untuk pertanyaan ini adalah jelas, adopsi IFRS membutuhkan biaya, energi dan waktu yang tidak ringan, tetapi biaya untuk tidak mengadopsinya akan jauh lebih signifikan. Komitmen manajemen perusahaan Indonesia untuk mengadopsi IFRS merupakan syarat mutlak untuk meningkatkan daya saing perusahaan Indonesia di masa depan.
Bagaimana proses konvergensi IFRS???
Seperti yang dijelaskan sebelumnyya, IFRS (International Financial Reporting Standard) merupakan pedoman penyusunan laporaan keuangan yang diterima secara global. Sejarah terbentuknya pun cukup panjang dari terbentuknya IASC/ IAFC, IASB, hingga menjadi IFRS seperti sekarang ini. Jika sebuah negara menggunakan IFRS, berarti negara tersebut telah mengadopsi sistem pelaporan keuangan yang berlaku secara global sehingga memungkinkan pasar dunia mengerti tentang laporan keuangan perusahaan di negara tersebut berasal.
Indonesia pun akan mengadopsi IFRS secara penuh pada 2012 nanti, seperti yang dilansir IAI pada peringatan HUT nya yang ke – 51. Dengan mengadopsi penuh IFRS, laporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS.
Adopsi penuh IFRS diharapkan memberikan manfaat :
1. memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan menggunakan SAK yang dikenal secara internasional
2. meningkatkan arus investasi global
3. menurunkan biaya modal melalui pasar modal global dan menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan
Strategi adopsi yang dilakukan untuk konvergensi ada dua macam, yaitu big bang strategy dan gradual strategy. Big bang strategy mengadopsi penuh IFRS sekaligus, tanpa melalui tahapan – tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh negara – negara maju. Sedangkan pada gradual strategy, adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Strategi ini digunakan oleh negara – negara berkembang seperti Indonesia.
PSAK akan dikonvergensikan secara penuh dengan IFRS melalui tiga tahapan, yaitu tahap adopsi, tahap persiapan akhir dan tahap implementasi.
Tahap adopsi dilakukan pada periode 2008-2011 meliputi aktivitas adopsi seluruh IFRS ke PSAK, persiapan infrastruktur, evaluasi terhadap PSAK yang berlaku. Pada 2009 proses adopsi IFRS/ IAS mencakup :
1. IFRS 2 Share-based payment
2. IFRS 3 Business combination
3. IFRS 4 Insurance contracts
4. IFRS 5 Non-current assets held for sale and discontinued operations
5. IFRS 6 Exploration for and evaluation of mineral resources
6. IFRS 7 Financial instruments: disclosures
7. IFRS 8 Segment reporting
8. IAS 1 Presentation of financial statements
9. IAS 8 Accounting policies, changes in accounting estimates
10. IAS 12 Income taxes
11. IAS 21 The effects of changes in foreign exchange rates
12. IAS 26 Accounting and reporting by retirement benefit plans
13. IAS 27 Consolidated and separate financial statements
14. IAS 28 Investments in associates
15. IAS 31 Interests in joint ventures
16. IAS 36 Impairment of assets
17. IAS 37 Provisions, contingent liabilities and contingent assets
18. IAS 38 Intangible assets
Pada 2010 adopsi IFRS/ IAS mencakup :
1. IFRS 7 Statement of Cash Flows
2. IFRS20 Accounting for Government Grants and Disclosure of Government Assistance
3. IFRS24 Related Party Disclosures
4. IFRS29 Financial Reporting in Hyperinflationary Economies
5. IFRS33 Earnings per Share
6. IFRS34 Interim Financial Reporting
7. IFRS41 Agriculture
Sedangkan arah pengembangan konvergensi IFRS meliputi :
1. PSAK yang sama dengan IFRS akan direvisi, atau akan diterbitkan PSAK yang baru
2. PSAK yang tidak diatur dalam IFRS, maka akan dikembangkan
3. PSAK industri khusus akan dihapuskan
4. PSAK turunan dari UU tetap dipertahankan
Pada 2011 tahap persiapan akhir dilakukan dengan menyelesaikan seluruh infrastruktur yang diperlukan. Pada 2012 dilakukan penerapan pertama kali PSAK yang sudah mengadopsi IFRS. Namun, proses konvergensi ini tidak semudah membalikkan telapak tangan karena dampak yang ditimbulkan dari konvergensi ini akan sangat mempengaruhi semua kalangan, baik itu bidang bisnis maupun pendidikan.
Konvergensi SAK menuju IFRS di Indonesia
Pada bulan Desember 2008, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah mencanangkan konvergensi PSAK ke IFRS secara penuh pada tahun 2012. Sejak tahun 2009, Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) melaksanakan program kerja terkait dengan proses konvergensi tersebut sampai dengan tahun 2011.
Ditargetkan bahwa pada tahun 2012, seluruh PSAK tidak memiliki beda material dengan IFRS yang berlaku per 1 Januari 2009. Setelah tahun 2012, PSAK akan di-update secara terus-menerus seiring adanya perubahan pada IFRS. Bukan hanya mengadopsi IFRS yang sudah terbit, DSAK-IAI juga bertekad untuk berperan aktif dalam pengembangan standar akuntansi dunia.
International Financial Reporting Standards (IFRS) memang merupakan kesepakatan global standar akuntansi yang didukung oleh banyak negara dan badan-badan internasional di dunia. Popularitas IFRS di tingkat global semakin meningkat dari waktu ke waktu. Kesepakatan G-20 di Pittsburg pada tanggal 24-25 September 2009, misalnya, menyatakan bahwa otoritas yang mengawasi aturan akuntansi internasional harus meningkatkan standar global pada Juni 2011 untuk mengurangi kesenjangan aturan di antara negara-negara anggota G-20.
Terlepas dari trend pengadopsian IFRS tersebut, adalah suatu keharusan bagi kita untuk mempertanyakan secara kritis, apa sesungguhnya hakikat dari konvergensi. Melalui partisipasi global, IFRS memang diharapkan menjadi standar akuntansi berbasis teori dan prinsip yang memiliki kualitas tinggi. Penerapan standar akuntansi yang sama di seluruh dunia juga akan mengurangi masalah-masalah terkait daya banding (comparability) dalam pelaporan keuangan. Yang paling diuntungkan sudah jelas, investor dan kreditor trans-nasional serta badan-badan internasional.
Tapi apakah konvergensi ke IFRS tidak menimbulkan masalah di tingkat domestik masing-masing negara? Belum lama ini otoritas keuangan dan pasar modal AS memunculkan isu kedaulatan regulasi. Beberapa negara lainnya juga mengkhawatirkan pengaruh IASB yang semakin dominan.
Dalam konteks Indonesia yang memiliki segudang masalah domestik, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan dan masalah-masalah yang perlu dijawab dan diteliti secara cermat. Sebagai contoh, bagaimanakah dampak konvergensi terhadap implementas ACFTA yang efektif per Januari 2010? Bagaimanakah dampaknya terhadap bisnis mikro, kecil, dan menengah? Sejauh manakah regulasi keuangan dan pasar modal akan terpengaruh dengan adanya konvergensi ke IFRS?
Pertanyaan-pertanyaan dan masalah-masalah tersebut tentu saja hanya sebagian. Semakin luas dan dalam kajian dan penelaahan sangat mungkin akan memunculkan pertanyaan dan masalah lainnya.
Hal inilah sepertinya yang mendorong IAI, khususnya DSAK, meminta keterlibatan lebih intensif dari kalangan akademisi dan universitas dalam mengkaji isu-isu terkait IFRS (Berita IAI tanggal 26 Januari 2010). Dalam sebuah seminar yang dilaksanakan di Bandung belum lama ini, Ketua DSAK-IAI menyoroti fakta bahwa belum semua perguruan tinggi di Indonesia memiliki unit gugus tugas (task force), atau lembaga khusus, yang bertugas memantau perkembangan ekonomi dan dinamika penyusunan standar akuntansi dan pelaporan keuangan di kancah internasional
Dampak dari adanya konvergensi IFRS
Dalam rangka menyongsong pemberlakuan Standar Akuntansi Keuangan yang sudah secara penuh menggunakan standar akuntansi internasional (Konvergensi IFRS) pada awal tahun 2012 hendaknya setiap pelaku ekonomi bersiap-siap diri dalam menyambutnya. Hal ini sangat penting mengingat penerapan konvergensi IFRS dimungkinkan sangat berpengaruh pada iklim dunia bisnis di Indonesia.
Disisi lain tujuan konvergensi IFRS adalah agar laporan keuangan berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS dan kalaupun ada diupayakan hanya relatif sedikit sehingga pada akhirnya laporan auditor menyebut kesesuaian dengan IFRS, dengan demikian diharapkan meningkatkan kegiatan investasi secara global, memperkecil biaya modal (cost of capital) serta lebih meningkatkan transparansi perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan.
Dengan konvergensi IFRS, PSAK akan bersifat principle-based dan memerlukan professional judgment, senantiasa peningkatan kompetensi harus pula dibarengi dengan peningkatan integritas. Peta arah (roadmap) program konvergensi IFRS yang dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama tahap adosi (2008 - 2011) yang meliputi Adopsi seluruh IFRS ke PSAK, persiapan infrastruktur yang diperlukan, evaluasi dan kelola dampak adopsi terhadap PSAK yang berlaku. Kedua tahap persiapan akhir (2011) yaitu penyelesaian infrastruktur yang diperlukan. Ketiga yaitu tahap implementasi (2012) yaitu penerapan pertama kali PSAK yang sudah mengadopsi seluruh IFRS dan evaluasi dampak penerapan PSAK secara komprehensif.
Program konvergensi IFRS tentu akan menimbulkan berbagai dampak terhadap bisnis antara lain:
1. Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global.
2. Relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar.
3. Disisi lain, kinerja keuangan (laporan laba rugi) akan lebih fluktuatif apabila harga-harga fluktuatif.
4. Smoothing income menjadi semakin sulit dengan penggunakan balance sheet approach dan fair value.
5. Principle-based standards mungkin menyebabkan keterbandingan laporan keuangan sedikit menurun yakni bila penggunaan professional judgment ditumpangi dengan kepentingan untuk mengatur laba (earning management).
6. Penggunaan off balance sheet semakin terbatas.
SAK Update 2011
Berikut ini merupakan perkembangan Standar Akuntansi keuangan per 1 Januari 2011. SAK ini diperbaharui sesuai perkembangan SAK di Indonesia sebagai dampak program konvergensi IFRS yang sedang dilaksanakan DSAK IAI.
PSAK per Januari 2011 yang Telah Disahkan Tanggal efektif
PSAK 1 ( revisi 2009) Penyajian Laporan Keuangan 01-Jan-11
PSAK 5 (Revisi 2009) Segmen Operasi 01-Jan-11
PSAK 12 (Revisi 2009) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama 01-Jan-11
PSAK 15 (Revisi 2009) Investasi pada Entitas Asosiasi 01-Jan-11
PSAK 25 (Revisi 2009) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan 01-Jan-11
PSAK 57 (Revisi 2009) Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi 01-Jan-11
PSAK 58 (Revisi 2009) Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan 01-Jan-11
ISAK 9 Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi, Restorasi, dan Liabilitas Serupa 01-Jan-11
ISAK 10 Program Loyalitas Pelanggan 01-Jan-11
ISAK 11 Distrubusi Aset Nonkas kepada Pemilik 01-Jan-11
ISAK 12 Pengendalian Bersama Entitas : Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer 01-Jan-11
PPSAK 2 Pencabutan PSAK 41: Akuntansi Waran dan PSAK 43 Akuntansi Anjak Piutang 01-Jan-10
PPSAK 3 Pencabutan PSAK 54: Akuntansi Rekstrukturisasi Utang Piutang Bermasalah 01-Jan-10
PSAK 2 (revisi 2009) Laporan Arus Kas 01-Jan-11
PSAK 4 (revisi 2009) Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri 01-Jan-11
ISAK 7 Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus 01-Jan-11
PPSAK 4 Pencabutan PSAK 31:Akuntansi Perbankan, PSAK 42: Akuntansi Perusahaan Efek, dan PSAK 49: Akuntansi Perusahaan Reksa Dana 01-Jan-10
PPSAK 5 Pencabutan ISAK 06 : Interpretasi atas paragraf 12 dan 16 PSAK 55 (1999) tentang Instrumen Derivatif Melekat pada Kontrak Dalam Mata Uang Asing. 01-Jan-10
PSAK 10 (revisi 2010) Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing 01-Jan-12 Penerapan dini diijinkan
ISAK 13 Lindung Nilai Investasi Neto Kegiatan Usaha Luar Negeri. 01-Jan-12
PSAK 48 (revisi 2009) Penurunan Nilai Aset 01-Jan-11
PSAK 19 (Revisi 2010) Aset Takberwujud 01-Jan-11
PSAK 22(revisi 2010) Kombinasi Bisnis 01-Jan-11
PSAK 23 (revisi 2010) Pendapatan 01-Jan-11
PSAK 7(revisi 2009) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi 01-Jan-12
ISAK 14 Aset Takberwujud-Biaya Situs Web 01-Jan-11
PSAK 3 (revisi 2010) Laporan Keuangan Interim 01-Jan-11
PSAK 18 (revisi 2010) Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya 01-Jan-12
PSAK 24 (revisi 2010): Imbalan Kerja 01-Jan-12
ISAK 15 PSAK 24-Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum dan Interaksinya 01-Jan-12
ISAK 17 Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai 01-Jan-11
PSAK 60 Instrumen Keuangan:Pengungkapan 01-Jan-12
PSAK 50 (Revisi 2010) Insurumen Keuangan: Penyajian 01-Jan-12
PSAK 8 (Revisi 2010) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan 01-Jan-11
ED PSAK 34 (Revisi 2010) Akuntansi Kontrak Konstruksi 01-Jan-12
PSAK 46 (Revisi 2010) Akuntansi Pajak Penghasilan 01-Jan-12
ISAK 20 Pajak penghasilan - Perubahan Dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham 01-Jan-12
PSAK 61 Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah 01-Jan-12
ISAK 18 Bantuan Pemerintah – Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi 01-Jan-12
PPSAK 8 Pencabutan PSAK 27: Akuntansi Perkoperasian 01-Jan-12
PSAK 53 (Revisi 2010) Pembayaran Berbasis Saham 01-Jan-12
ED PSAK per Januari 2011 Menunggu Masukan Publik Tanggal Efektif
PPSAK 6 Pencabutan PSAK 21: Akuntansi Ekuitas, ISAK 1: Interpretasi atas Paragraf 23 PSAK No. 21 tentang Penentuan Harga Pasar Dividen Saham; ISAK 2 Interpretasi atas Penyajian Piutang pada Pemesan Saham dan ISAK 3 Interpretasi tentang Perlakuan Akuntansi atas Pemberian Sumbangan atau Bantuan. Sejak pengesahan PPSAK ini.
PPSAK 7 Pencabutan PSAK 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat 01-Jan-12
ED ISAK 16 Perjanjian Konsesi Jasa 01-Jan-12
ED PSAK 63 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi 01-Jan-12
ED ISAK 19 Penerapan Pendekatan Penyajian Kembali dalam PSAK 63: Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi 01-Jan-12
ED PSAK 45 (Revisi 2010) Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba 01-Jan-12
ED ISAK 21 Perjanjian Konstruksi Real Estat 01-Jan-12
ED PSAK per 1 Januari 2011 yang akan Public Hearing
Tanggal Efektif
ED PSAK 28 (Revisi 2010) Akuntansi Asuransi Kerugian 01-Jan-12
ED PSAK 36 (Revisi 2010) Akuntansi Asuransi Jiwa 01-Jan-12
ED PSAK 56 (Revisi 2010) Laba per Saham 01-Jan-12
ED PSAK 62 (Revisi 2010) Kontrak Asuransi 01-Jan-12
ED PPSAK 9 Pencabutan PSAK 47: Akuntansi Tanah 01-Jan-12
ED PPSAK 10 Pencabutan PSAK 51: Akuntansi kuasi reorganisasi 01-Jan-12
Diolah dari berbagai sumber : http://acctbuzz.blogspot.com, http://news.okezone.com, www.warsidi.com, www.iaiglobal.or.id, http://id.wikipedia.org/wiki/IFRS
Langganan:
Postingan (Atom)
